Hadapi Pemilu 2019, Jokowi Gunakan Strategi Represif

Nasional

NOTULA – Merujuk pada catatan akademisi Australian National University, Dr Thomas P Power, otoriterisme Jokowi selama beberapa tahun belakangan terus menguat.

Terlebih menjelang Pemilihan Umum 2019, menurut Power, pemerintah Jokowi telah menggunakan strategi represif untuk menekan kekuatan oposisi yang menjadi penyeimbang status quo.

Statregi itu mirip cara-cara Orde Baru, yakni memperalat polisi dan TNI/militer sebagai instrumen kampanye.

“Ini kemunduran demokrasi, wah ini tidak bagus,” tegas ekonom kawakan, Rizal Ramli, di Jakarta, Minggu (16/12).

Rizal juga mengingatkan, penurunan indeks demokrasi di Indonesia belakangan ini sangat signifikan.

Berdasar data dari The Economist’s Democracy Index, indeks kualitas demokrasi Indonesia anjlok 20 peringkat dari 48 menjadi urutan 68.

“Ini kemunduran demokrasi, karena di sekitar Jokowi terlalu banyak ex-Orba dengan reputasi otoriter dan pelanggar HAM,” jelas menteri koordinator kemaritiman era Jokowi ini.

“Jadi ini waktunya untuk berbenah,setelah April 2019 nanti,” imbuh Rizal Ramli, seperti dikutip dari rmol.co.