Habib Rizieq Ditahan

Nasional

NOTULA – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS), resmi ditahan di rumah tahanan Polda Metro Jaya, usai menjalani pemeriksan selama lebih dari 14 jam.

Berdasar pantauan, Habib Rizieq keluar dari ruang penyidikan sekitar pukul 00.25 WIB dari gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, mengenakan rompi tahanan dan tangan diborgol.

“Ada 84 pertanyaan diajukan, selesai pukul 22.00, penyidik langsung menahan selama 20 hari kedepan dimulai 12 Desember sampai 31 Desember 2020,” jelas Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (12/12/20).

Mengacu pada hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik Subdit 1 Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda Metro Jaya, HRS resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus kerumunan dan penghasutan, pasal 160 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman 6 tahun penjara dan pasal 216 KUHP.

Tim kuasa hukum Habib Rizieq, Aziz Yanuar, mengaku keberatan bila dijerat pasal tersebut. Ia mengaku akan mengajukan gugatan praperadilan terkait sangkaan pasal itu. “Mungkin kita akan ajukan praperadilan,” katanya, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (12/12/20).

Sementara itu Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, seperti dikutip dari RMOL.id, menjelaskan, alasan penahanan merupakan objektivitas dan subjektivitas para penyidik.

“Alasan penahanan objektif dan subjektif penyidik. Objektif ancaman (pidana) di atas lima tahun,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Minggu dini hari (13/12/20).

Alasan subjektif penyidik, Habib Rizieq dikhawatirkan melarikan diri seperti saat ia ke Arab Saudi selama hampir 3,5 tahun, usai ditetapkan sebagai terangka.

Dalam pemeriksaan selama 12 jam itu penyidik memberikan 84 pertanyaan. Semua hak-hak tersangka, kata Argo, telah dipenuhi oleh penyidik Polda Metro Jaya.