Habib Rizieq Dipanggil Polda, Selain soal Prokes Juga Dugaan Penghasutan

Nasional

NOTULA – Sub Direktorat Keamanan Negara (Subdit Kamneg) Ditreskrimum Polda Metro Jaya melayangkan surat panggilan ke-1 kepada Habib Rizieq Shihab atas dugaan tindak pidana, mulai penghasutan hingga pelanggaran protokol kesehatan (prokes).

Berdasar surat panggilan bernomor: S/Pgl/8767/XI/2020 Ditreskrimum, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu dipanggil pada Selasa (1/12) pukul 10.00 WIB.

“Kita akan dengar keteragannya sebagai saksi,” tulis surat yang ditandatangani Dirreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Raindra Ramadhan, Minggu (29/11).

Rizieq diminta menemui penyidik AKP DK Zendrato dan Ipda Rosadi. Pemeriksaan berkaitan dugaan peristiwa tindak pidana di muka umum dengan lisan atau tulisan menghasut dan melawan kekuasaan umum dengan kekerasan.

Habib Rizieq juga dipanggil atas dugaan menghasut agar jangan mau menuruti peraturan undang-undang, serta tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 160 KUHP dan atau pasal 93 UU 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan pasal 216 KUHP yang terjadi pada 13-14 November 2020 di Tebet Jakarta Selatan dan Petamburan, Jakarta Pusat.

Surat itu, seperti dikutip dari RMOL.id, diserahkan oleh Ipda Rosadi dan diterima oleh Rinaldi selalu Kuasa Hukum Rizieq. Sekretaris RW 04 tempat tinggal Rizieq, Lina, juga bertandatangan di surat itu.

Selain Habib Rizieq Shihab, penyidik Subdit Kamneg juga telah melayangkan surat panggilan terhadap Habib Hanif Alatas sebagai saksi, dengan sangkaan pasal dan jadwal pemeriksaan yang sama.

Kasus ini telah dinaikan statusnya menjadi penyidikan. Pihak Polda Metro Jaya juga telah melayangkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Kajaksaan Tinggi DKI Jakarta.