Habib Rizieq Bebas Bersyarat, Wakil Ketua Umum Gerindra Ucapkan Selamat

Nasional

NOTULA – Wakil Ketua Umum PP Partai Gerindra, Habiburrokhman, mengucapkan selamat kepada Habib Rizieq Shihab (HRS) yang telah dinyatakan bebas bersyarat, Rabu (20/7/22) pagi ini.

“Semoga beliau sehat dan berkumpul kembali dengan keluarga besar dalam suasana yang gembira,” tutur Habiburrokhman, beberapa saat lalu.

Jurubicara DPP Partai Gerindra itu juga menambahkan, jika refleksi ke belakang dan andai Rancangan Kitab Hukum Pidana (RKUHP) telah disahkan pada 2019 lalu, maka HRS tidak perlu masuk penjara atau dipidanakan.

“Karena UU Nomor 1 Tahun 1946 khususnya Pasal 14 yang menjerat Habib Rizieg dan menjadi momok para aktivis cenderung diterapkan secara formil. Fokus pembuktian dakwaan hanya merujuk pada penyebaran berita bohong, bukan pada akibat yang ditimbulkan,” jelasnya.

Ketentuan itu, lanjut dia, dirombak total pada Pasal 263 RKUHP yang bersifat materiil. Yakni, jaksa harus membuktikan terjadinya kerusuhan fisik akibat penyebaran berita bohong, bukan sekadar keonaran di media massa seperti kasus tes swab Habib Rizieq.

“Terlebih RKUHP menganut prinsip dualistik sebagaimana diatur Pasal 36 yang mengharuskan terbuktinya mens rea atau sikap batin jahat si pelaku saat terjadinya tinfak pidana,” katanya.

“Pada kasus Habib Rizieq, kami yakin bahwa tidak ada maksud beliau untuk menimbulkan keonaran,” imbuh Habiburrokhman, seperti dikutip dari rmol.id.

Karena itu dia berharap publik menyadari urgensi dari RKUHP, yang walaupun masih ada segelintir pasal yang dianggap bermasalah, tetapi kasus seperti HRS tidak akan bisa dipidanakan.

“Dari kasus seperti Habib Rizieq, kami berharap publik menyadari urgensi pengesahan RKUHP secepatnya. Terlepas masih adanya segelintir pasal yang dianggap bermasalah, banyak sekali prinsip-prinsip mendasar dalam RKUHP yang progresif,” katanya.