Gunung Semeru Meletus, Ratusan Warga Diungsikan

Nasional

NOTULA – Memasuki hari pertama Desember 2020, Gunung Semeru Meletus sekitar pukul 03.10 WIB. Berdasar laporan, luncuran awan panas mencapai 3 ribu meter lebih.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, dihubungi via telepon membenarkan kejadian itu. “Iya, (Gunung) Semeru meletus jam 03.10 WIB,” katanya, sembari mengatakan, sehari sebelumnya menyemburkan awan panas.

Kejadiannya sekitar pukul 00.10 WIB, mengarah ke wilayah Curah Kobokan. Meski begitu masih cukup jauh dari permukiman warga. Semeru juga mengalami guguran lava sebanyak 13 kali, dengan jarak luncur sejauh 300-1.500 meter.

Plt Kepala Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Dr Agus Budi Santosa SHut MT. (Foto: Doli Siregar)
a
Terpisah, berdasar laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, ketika itu terdengar 7 kali letusan. “Jadi itu yang kami terima, laporannya terdengar suara letusan hingga 7 kali,” katanya.

Sementara itu, aktivitas pendakian sudah ditutup sejak 30 November, didasarkan dari pengumuman Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru bernomor PG.10/T.8/BIDTEK/BIDTEK.1/KSA/11/2020 yang ditandatangani Plt Kepala, Agus Budi Santoso, Minggu (29/11/20).

“Perkembangan aktivitas vulkanologi Semeru berdasar laporan yang disampaikan Pos Gunung Api Semeru di Gunung Sawur, Lumajang, per tanggal 28 November 2020,” kata Agus Budi Santoso.