Gunung Agung Erupsi, 7 Wilayah Hujan Abu Vulkanik

Nasional

NOTULA – Gunung Agung di Bali kembali erupsi, hingga menyebabkan hujan abu vulkanik dan melanda sejumlah wilayah di sekitarnya.

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, berdasar pengamatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem, Banjar Dinas Uma Anyar Ababi bagian barat, Desa Seraya Tengah dan Desa Seraya Barat terpapar hujan abu ringan.

Hujan abu ringan juga melanda Banjar Dinas Ujung Pesisi, Lingkungan Pesagi dan Lingkungan Pebukit, termasuk kantor BPBD Karangasem. Sedangkan Kota Amplapura terpapar hujan abu sedang.

“Hasil koordinasi dengan kepala Desa Ban dan Desa Dukuh, Gunung Agung terpantau cerah dan tidak terpantau ada asap keluar dan hujan abu. Desa Jungutan dan pantauan dari Kantor BPBD Gunung Agung tertutup mendung tebal,” urai Sutopo.

Waspadai Lahar Hujan

Gunung Agung erupsi pada Minggu (30/12) sekitar pukul 4.09 WITA, namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 3 menit 8 detik, dengan kondisi ini Gunung Agung berada di level III (Siaga).

Informasi itu diperoleh dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Geologi Bencana (PVMBG) Pos Pengamatan Gunung Agung.

Sutopo Purwo Nugroho juga menyampaikan, dengan status level III atau siaga itu, PVMBG merekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Agung dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya. Zona tersebut berada di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak Gunung Agung.

“Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling terbaru,” tuturnya.

Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung juga agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder.

“Yakni aliran lahar hujan yang dapat terjadi, terutama pada musim hujan, dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung,” tandasnya.