Gufroni: Pansel Pimpinan KPK Bentukan Jokowi Berpotensi Lemahkan KPK

Nasional

NOTULA – Panitia Seleksi (Pansel) calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah dibentuk Presiden Jokowi. Meski begitu, sejumlah pihak melihat ada ketidaktransparanan dalam proses pembentukannya.

“Kami menyayangkan proses pembentukan Pansel yang tidak transparan, tanpa meminta masukan dari tokoh antikorupsi dan masyarakat sipil dalam mencari nama-nama calon anggota Pansel yang berjumlah sembilan itu,” tutur Gufroni, Wakil Direktur Madrasah Anti Korupsi (MAK), Jumat (17/5) malam.

Tanpa keterbukaan saat menentukan Pansel Capim KPK, juga dinilai akan menimbulkan pertanyaan dari berbagai pihak terkait kualitas serta independensi.

“Sebagai masyarakat sipil antikorupsi kami mempertanyakan kualitas dan independensi Pansel yang kami nilai tidak akan bisa menghasilkan calon anggota KPK yang lebih baik dari periode sekarang. Bisa jadi justru melahirkan anggota KPK yang lebih buruk kinerjanya,” jelasnya, seperti dikutip dari rmol.co.

Bukan hanya itu, Madrasah Anti Korupsi juga menilai Pansel yang telah dipilih Jokowi merupakan orang-orang yang dekat dengan kekuasaan.

“Kami menduga, penetapan nama-nama Pansel oleh Presiden diduga ada semacam hidden agenda untuk memasukkan satu kelompok untuk menguasai KPK, sehingga bisa dikendalikan sepenuhnya. Maka, kami melihat komposisi ini disusun sedemikian rupa dengan mengambil orang-orang yang memang dekat dengan kekuasaan,” katanya.

Dari pandangan Madrasah Anti Korupsi (MAK), beberapa nama Pansel dinilai tidak memiliki latar belakang sebagai tokoh antikorupsi.

“Kami tetap pada keyakinan, proses seleksi dipastikan tidak akan menghasilkan pimpinan KPK yang lebih berintegritas, tapi justru lebih buruk dari periode saat ini. Kami menduga KPK akan dikuasai sepenuhnya oleh satu kelompok tertentu, dan KPK semakin dilemahkan,” paparnya.

“Pada akhirnya pemberantasan korupsi hanya akan menjerat koruptor kelas teri, tidak akan menjerat koruptor kelas kakap, apalagi bandit politik dan pengusaha hitam,” pungkasnya.