Giliran Manajemen Meikarta Diperiksa KPK

Nasional

NOTULA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pengembangan dan penggalian informasi dalam kasus dugaan suap perizinan Meikarta di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Melalui pesan tertulis kepada wartawan, Senin (12/11), Jurubicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan, “Hari ini dilakukan pemanggilan saksi untuk kasus suap Meikarta, saksi pertama adalah dari pihak swasta dan satu lagi dari PNS Pemkab Bekasi.”

Dia juga menjelaskan, pihak swasta yang dimaksud adalah karyawan Support Service Project Management PT Lippo Cikarang,  A Eddy Triyanto.

“Kalau untuk PNS, dari Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Dicky Cahyadi,” ungkapnya, seperti dikutip dari rmol.co.

KPK hingga kini telah menangkap dan menetapkan sembilan orang  sebagai tersangka dugaan suap perizinan Meikarta yang terdiri dari unsur pejabat dan PNS di Bekasi, serta pihak swasta sebagai tersangka.

Mereka adalah Bupati Neneng Hasanah, Kepala Dinas PUPR Jamaludin, Kepala Dinas Damkar Sahat ‎MBJ Nahar, Kepala Dinas DPMPTSP Dewi Tisnawati dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Neneng Rahmi.

Sedang dari pihak swasta adalah Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, konsultan Lippo Group Taryadi dan Fitra Djaja Purnama, serta pegawai Lippo Group Henry Jasmen.