NOTULA – Dugaan korupsi jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama ( Kemenag) dinilai sangat memalukan dan mencoreng seluruh umat beragama di Indonesia. Sebab itu, Generasi Muda Khonghucu (Gemaku) Indonesia meminta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin segera mundur dari jabatannya.

“Kita tahu ruang Menteri Agama disegel oleh KPK. Maka sudah selayaknya Kemeterian Agama yang menjadi garda terdepan pengawal moral dan ikon kerukunan dan keadabaan manusia Indonesia, wajib kita jaga dan kawal bersama dengan penuh integritas,” jelas Ketum Gemaku Indonesia, Kris Tan, Jumat (22/3).

Bagi Generasi Muda Khonghucu Indonesia, Kemenag adalah rumah bersama seluruh komunitas agama yang ada di Indonesia, Kemenag adalah penjaga moralitas kemanusiaan bangsa Indonesia yang wajib kita jaga bersama.

Terkait Ditjen Konghucu, seperti diketahui bersama, pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah keluar Perpres No. 135/2014 yang isinya menjelaskan tentang perlunya dibentuk Ditjen Khonghucu.

“Ironisnya, ketika Jokowi memimpin, mengeluarkan Perpres No. 83/2015 yang justru menghilangkan pembentukan Ditjen Khonghucu,” jelas Kris.

Menurutnya, ketika praktik jual beli jabatan di Kemenag diungkap KPK, maka wajar jika Gemaku menduga penghilangan Pepres era presiden SBY oleh Perpres era Presiden Jokowi sebagai akibat fenomena jual beli jabatan. Tidak pahamnya umat Khonghucu soal praktik jual beli jabatan di satu sisi menjadi kerugian tersendiri bagi umat Khonghucu, sehingga tidak mendapat hak menyoal Ditjen Khonghucu.

Di sisi lain, ketidakpahaman umat Khonghucu dalam konspirasi jual beli jabatan menjadi berkah moral tersendiri bagi umat Khonghucu. “Karena umat Khonghucu tidak terlibat sama sekali dalam perusakan institusi Kementerian Agama yang notabene sebagai salah satu komponen utama penjaga moral bangsa,” katanya.

Maka, dalam hal ini Gemaku meminta KPK mengusut tuntas kasus korupsi di lingkungan Kementerian Agama dan mendesak Menteri Lukman untuk berjiwa ksatria segera mundur dan menanggalkan jabatannya. Jangan karena nila setitik, jadi rusak susu sebelanga. Masih banyak orang-orang jujur dan baik di Kemenag.

“Menteri Lukman harusnya tahu diri dan tahu malu untuk segera secara sportif mundur sebagai salah satu konsekuensi kegagalan dirinya menjadi pemimpin di Kemenag,” ujarnya, seperti dikutip dari rmol.co.

“Kesalahan seorang pemimpin itu seperti Gerhana Matahari. Jika ia bersalah, maka seluruh dunia akan melihatnya,” pungkasnya.