Sikap Gatot Soal Bintang Mahaputera, Nasir: Luar Biasa, Beliau Tak Gila Penghargaan

Nasional

NOTULA – Sikap mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, yang tidak menghadiri pemberian tanda kehormatan Bintang Mahaputera dari Presiden Joko Widodo di Istana, kini menjadi sorotan.

Sikap Gatot itu pun langsung mendapat apresiasi anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKS, Mohammad Nasir Djamil. Menurutnya, Gatot telah menunjukkan sikap tidak gila penghargaan dan ksatria.

“Luar biasa sikap ksatria Pak GN (Gatot Nurmantyo) yang tidak hadir. Sangat jarang ada Jenderal seperti beliau. Padahal watak asli manusia itu gila pangkat, kedudukan, dan gelar-gelar kehormatan,” tutur Nasir Djamil, Rabu (11/11).

Legislator asal Aceh itu juga salut dengan sikap Gatot, lantaran kini kebanyakan orang ingin mendapatkan gelar kehormatan. Tetapi justru ditolak secara halus oleh seorang mantan Panglima TNI.

“Semoga penolakan secara halus yang dilakukan Pak GN ini berangkat dari hati nurani dan kegelisahannya melihat situasi negeri yang sengkarut,” imbuhnya.

Terlebih, menurut Nasir Djamil, posisi Gatot yang notabene salah satu pendiri Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dan sikapnya dengan tidak menghadiri pemberian penghargaan pemerintah dianggap sebagai sebuah isyarat.

“Tentu Pak GN ini memberikan teladan antara kata dan perbuatan,” tuturnya, seperti dikutip dari RMOL.id.

“Semoga apa yang dilakukan Pak GN terkait Bintang Mahaputera sesuatu yang intrinsic, bukan ekstrinsik,” demikian Nasir Djamil.

Jendral (Purn) Gatot Nurmantyo mengirim surat kepada Presiden Jokowi terkait ketidakhadirannya untuk menerima tanda kehormatan Bintang Mahaputera.

Baca Juga :

a
Terkait itu, berarti tanda jasa dan tanda kehormatan tersebut dikembalikan sang mantan Panglima TNI kepada negara.

“Jadi kalau enggak hadir ya mungkin tanda jasanya diserahkan ke negara lagi,” kata Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres), Heru Budi Hartono, saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (11/11).