Garda Nawacita: Jangan Politisasi Kasus Novel Baswedan

Nasional

NOTULA – Komnas HAM dan Ombudsman diminta tidak terjebak dan ikut-ikutan politik praktis dengan mempolitisasi kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

Desakan itu disampaikan puluhan peserta aksi yang tergabung dalam Garda Nawacita, saat menyambangi gedung Komnas HAM dan Ombudsman di Jakarta, Jumat (21/12).

Mereka juga berpesan kepada Komnas HAM dan Ombudsman agar lebih bersabar menunggu langkah serius yang dilakukan pihak kepolisian dalam menuntaskan kasus itu.

“Sabar dulu, jangan malah nyudutin polisi. Dibilang maladministrasilah, harusnya mereka bersinergi supaya kasus ini cepat clear. Kami peringatkan kepada Ombudsman dan Komnas HAM jangan ikut-ikutan politik praktis dengan mempolitisasi kasus itu,” tegas Ketua Komite Nasional Garda Nawacita, Abdullah Kelrey, dalam keterangannya.

Dalam aksinya, para demonstran memberikan kartu kuning dan peluit kepada Komnas HAM dan Ombudsman, sebegai simbol agar kasus Novel Baswedan tidak dipolitisasi.

Pihaknya menduga ada pihak yang ingin mempolitisasi kasus penyiraman air keras kepada Novel, dan bakal dijadikan bahan kampanye untuk menyudutkan petahana Joko Widodo pada Pilpres 2019.

Menurutnya, sangat keterlaluan jika kasus Novel dijadikan alat dan sebagai alat pendulang suara salah satu Capres.

“Ini sangat keterlaluan sekali, sudah jadi korban kok jadi bahan mainan kampanye. Apalagi sudah dibumbui angin-angin surga jika Prabowo jadi, tiga bulan kasus Novel rampung,” tegas dia.

Menurutnya, dukungan penuntasan kasus yang disampaikan kubu kompetitor Jokowi hanya memberi angin surga dan janji manis semata. Apalagi, penanganan kasus itu sedang digoreng Ombudsman dan Komnas HAM.

“Politik tidak ada yang tidak mungkin, kasus ini bukan lagi murni pidana, sudah masuk area politik. Jualan isu untuk menjatuhkan lawan, dan kami yakin 100 persen isu ini akan dijadikan materi debat untuk jatuhkan Jokowi,” tutup Bung Rey, seperti dikutip dari rmol.co.