Ganjar Bantah Terima 520 Dolar AS Terkait Suap E-KTP

Nasional

NOTULA – Usai menjalani pemeriksaan di KPK, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, membantah terlibat kasus megakorupsi E-KTP. Dia diperiksa sebagai saksi untuk Markus Nari. Bantahan itu diungkapkan saat keluar Gedung KPK.

Padahal, nama Ganjar muncul dalam surat dakwaan dua mantan pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto. Politisi PDI Perjuangan itu disebut-sebut menerima uang sebesar 520 ribu dollar AS.

“Salah, itu tidak benar (duit 520 dollar AS), tidak pernah, saya yakinkan itu,” tegas Ganjar kepada awak media di Gedung KPK, Kuningan Jakarta, Jumat (10/5).

Dia juga membantah telah melakukan pertemuan dengan mantan anggota Komisi II DPR RI, Mustokoweni, Miryam S Haryani dan terpidana E-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong.

“Enggak ada pertemuan, enggak, saat saya diperiksa, kesaksian juga begitu kok. Nggak (pernah ketemu), di dakwaan itu kan sudah diklarifikasi pada saat persidangan. Ngikutin nggak?” kata Ganjar balik bertanya ke awak media.

Dia berkali-kali membantah bahwa dirinya pernah menerima duit sebesar 520 dollar AS sebagai jatah dari proyek E-KTP.

Mantan Ketua DPR yang juga terpidana kasus E-KTP, Setya Novanto, juga menyebut adanya aliran dana kepada Ganjar dan sejumlah pimpinan Komisi II serta Banggar DPR lainnya yang menjabat saat proyek E-KTP digulirkan.

“Jangan diulang, nanti judgemen Anda keliru. Saat saya memberikan kesaksian, dia saja enggak kenal dengan saya, enggak pernah bertemu. Padahal sudah lama itu. Gitu ya,” sergah Ganjar, seperti dikutip dari rmol.co.

Sebelumnya KPK telah menetapkan politisi Partai Golkar, Markus Nari, sebagai tersangka kasus yang merugikan uang negara hingga Rp 2,3 triliun dari total anggaran Rp 5,9 triliun.

Markus diduga berperan memuluskan pembahasan dan penambahan anggaran proyek E-KTP di DPR. Berdasar fakta persidangan, Markus bersama sejumlah pihak meminta uang kepada Irman sebanyak Rp 5 miliar pada 2012, diduga untuk memuluskan pembahasan anggaran perpanjangan proyek E-KTP tahun 2013 sebesar Rp 1,49 triliun.

Delapan orang tersangka telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, yakni Irman, Sugiharto, Anang Sugiana Sudihardjo, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, dan Made Oka Masagung.

Sementara Markus Nari hingga kini masih dalam proses penyidikan KPK. Tujuh orang lainnya telah divonis bersalah dan dipidana.

Perkembangan teranyar, KPK telah menyita mobil bermerk Toyota Land Cruiser. Diduga mobil mewah itu berkaitan dengan perkara suap E-KTP, sebagai barang bukti.