FPI Resmi Bubar, Seluruh Kegiatannya Dilarang

Nasional

NOTULA – Front Pembela Islam secara de jure telah resmi bubar per 20 Juni 2019. Artinya, per 21 Juni 2019 sudah tidak ada lagi Ormas bernama FPI.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, dalam keterangan pers di kantor Kemenko Polhukam, di Jakarta, Rabu (30/12/20). “Bahwa FPI sejak 20 Juni 2019 secara de jure telah bubar sebagai Ormas,” tegasnya.

Mahfud juga menjelaskan, pemerintah melarang seluruh kegiatan FPI dan akan menghentikan setiap kegiatan yang dilakukan FPI, karena FPI tidak lagi mempunyai legal standing, baik sebagai Ormas maupun sebagai organisasi biasa.

Selain itu, mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu juga meminta aparat pemerintahan, baik di pusat dan daerah, untuk menolak setiap organisasi yang mengatasnamakan FPI.

“Pelarangan kegiatan FPI itu dituangkan di dalam keputusan bersama 6 pejabat tertinggi di kementerian dan Lembaga, yakni Mendagri, Menkumham, Menkominfo, Jaksa Agung, Kapolri, dan Kepala BNPT,” jelas Mahfud, seperti dikutip dari RMOL.id.

Hadir dalam konferensi pers itu, Menkumham Yasonna Laoly, Mendagri Tito Karnavian, Kepala KSP Moeldoko, Menkominfo Johnny G Plate, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Azis, Kepala BIN Budi Gunawan, Jaksa Agung ST Burhanuddin, dan Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar.