Firli: Tak Ada Lagi Jumat Keramat, Setiap Hari Tidak akan Menyenangkan bagi Koruptor

Nasional

NOTULA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, secara tegas mengingatkan, saat ini sudah tidak ada lagi istilah Jumat keramat, karena setiap hari akan menjadi sangat keramat bagi para koruptor!

Penegasan itu disampaikan Firli pada sebuah acara di salah satu televisi nasional, bersama Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Wakapolda Aceh Brigjen Pol Raden Purwadi dan Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN RI Provinsi Aceh, Agustyarsyah, Kamis (25/3/21) petang.

Dijelaskan, koordinasi dan kunjungan ke daerah yang dilakukan KPK selama ini merupakan bagian dari upaya pencegahan korupsi. Di daerah, KPK terus mengumandangkan semangat pencegahan dan pemberantasan korupsi.

KPK, sambung Firli, bertugas melakukan tindakan pencegahan, sehingga tidak terjadi tindak pidana korupsi, koordinasi dengan instansi yang berwenang melaksanakan pemberantasan tindak pidana korupsi dan instansi yang bertugas melaksanakan pelayanan publik, memonitor penyelenggaraan pemerintahan negara.

Selanjutnya melakukan supervisi terhadap instansi, melakukan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi, serta melakukan tindakan untuk melaksanakan penetapan hakim dan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

“Dari enam tugas KPK, empat di antaranya upaya pencegahan, dua lainnya upaya penindakan. Untuk itu, sosialisasi terus kita gencarkan agar seluruh aktivitas pelayanan publik berjalan baik tanpa celah sedikitpun untuk korupsi,” katanya.

Dijelaskan, selama di bawah kepemimpinannya, KPK fokus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk membenahi wilayah yang rentan korupsi, di antaranya mutasi pejabat, perizinan, pengadaan barang dan jasa, pengesahan APBD, dan pengesahan laporan.

“Sebagai contoh, untuk mencegah korupsi pada sektor pengadaan barang dan jasa. KPK mendorong agar dilakukan dengan sistem elektronik. Korupsi itu terjadi karena keserakahan, kekuasaan, kesempatan, hukuman yang rendah, dan sistem yang buruk. Makanya kami mendorong kepala daerah melakukan pembenahan sistem,” katanya lagi.

Orang korupsi, sambungnya, juga disebabkan rendahnya integritas. Karena itu, dalam setiap kunjungan ke daerah, Firli selalu mengingatkan para kepala daerah agar tidak mengkhianati amanah rakyat.

Korupsi hadir karena ada kekuasaan dan kesempatan, serta kurangnya integritas. Untuk itu dia mengajak semua elemen berkomitmen terkait pemberantasan korupsi dan jangan mau menerima suap atau hadiah.

“Kepada seluruh penyelenggara pemerintahan, saya juga mengimbau jangan mau terlibat praktik korupsi. Rakyat memilih kita karena ingin mendapat perubahan ke arah yang jauh lebih baik, pegang teguh amanah rakyat,” imbaunya.

KPK tidak akan segan menindak pelaku korupsi. Bahkan Firli memastikan tidak akan ada hari khusus untuk menindak mereka. Menurutnya, semua hari akan menjadi tidak menyenangkan bagi koruptor.

“Ingat, tidak ada lagi istilah Jumat keramat. Saat ini, setiap hari adalah keramat bagi para koruptor!” pungkasnya.