Firli Bahuri: Para Kepala Daerah, Jangan Khianati Amanat Rakyat

Nasional

NOTULA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, memberi ultimatum kepada semua kepala daerah agar tidak mengkhianati amanat rakyat dengan korupsi.

Ultimatum itu disampaikan Firli saat mengumumkan penetapan tersangka dan penahanan Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Kalimantan Selatan (Kalsel), Abdul Wahid (AW), dalam perkara dugaan suap dan gratifikasi pengadaan barang dan jasa 2021-2022.

“Sebagai penyelenggara negara, kepala daerah tentu sudah memperoleh pendapatan sesuai UU dan peraturan-peraturan lainnya. Para kepala daerah itu pilihan rakyat, jangan khianati amanat rakyat, jangan pernah korupsi,” tegas Firli kepada wartawan, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (18/11/21) sore.

Jika para kepala daerah korupsi, sambungnya, dipastikan akan dimintai pertanggungjawaban sebagaimana ketentuan UU, dan pasti KPK akan ungkap perbuatan tindak pidana korupsinya.

“Tindak pidana korupsi pada suatu proyek pembangunan, tentu kita tahu, akibat perbuatan korupsi, tentu berpengaruh terhadap kualitas dari barang dan jasa atau pekerjaan yang dikerjakan,” katanya.

Bahkan, sambung FiIrli seperti dikutip dari rmol.id, perbuatan korupsi juga akan merugikan keuangan negara dan merugikan kepentingan masyarakat luas.

“Untuk itu KPK terus mengingatkan kepada seluruh kepala daerah agar jangan pernah korupsi, laksanakan dan jalankan amanah dan tanggung jawab yang diberikan sebaik-baiknya, karena anda dipilih rakyat. Jangan pernah korupsi, jangan pernah khianati rakyat,” tegasnya lagi.

Dia juga mengingatkan agar kepala daerah tidak pernah berpikir melakukan korupsi, apalagi sampai berpikir tidak akan pernah terungkap perbuatan korupsinya. Karena KPK tidak akan pernah lelah bekerja mewujudkan Indonesia bebas dari praktik-praktik korupsi.

“Kami selalu mengingatkan kepada seluruh penyelenggara negara. Kepala Daerah, gubernur, bupati dan walikota, dan siapapun, jangan pernah berpikir melakukan korupsi, dan jangan pernah berpikir bahwa tidak akan pernah terungkap kasus korupsinya,” pungkasnya.