NOTULA – Jurubicara Komisi Pemberantasan korupsi (KPK), Febri Diansyah, menegaskan, tidak ada upaya dari KPK untuk membersihkan penyidik yang berasal dari Polri. Isu yang belakangan berhembus cukup santer itu dinilai keliru.

“Jadi, isu tentang pembersihan unsur Polri dari direktorat penyidikan KPK yang seolah-olah terjadi itu kami pastikan tidak benar. Kenapa tidak benar, karena memang tidak pernah ada kebijakan itu,” tegas Febri kepada wartawan, di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (4/5).

Dia menduga ada pihak-pihak yang sengaja menghembuskan kabar bahwa institusi Polri dengan KPK tidak harmonis. Tudingan itu, menurutnya, tidak benar sama sekali.

“Sebab itu kami mengimbau semua pihak untuk tidak mengembangkan isu-isu yang sudah dipastikan keliru seperti itu,” tegasnya.

Dia juga memastikan, pihaknya mengakomodir semua latar belakang penyelidik maupun penyidik KPK, selagi kredibel. Sebab, latar belakang penyidik KPK itu ada yang berasal dari PNYD (Pegawai Negeri Yang Dipekerjakan), juga pegawai KPK.

“KPK memang berdiri dan melaksakan tugasnya melalui kerjasama dengan bergabagai intansi. Di dalam tubuh KPK ada berbagai PNYD yang berasal dari Kepolisian, Kejaksaan, BPKP, Kemenkeu, Kemenkumham dan instansi lain,” katanya.

“Artinya tidak ada satupun yang dominan, dan semuanya adalah pegawai KPK,” imbuhnya, seperti dikutip dari rmol.co.

Febri meminta kepada pihak-pihak yang mengembangkan isu-isu yang tidak benar itu untuk menghentikan aksinya, sebab bisa berisiko pada hubungan kerja sama antara KPK dan Polri.

“Saat ini KPK justru sedang melakukan proses seleksi penyidik muda dari Polri, juga penuntut umum dari kejaksaan. Kalau isu yang dikembangkan seolah-olah KPK akan melakukan pembersihan anggota Polri yang ada di KPK, tentu berisiko pada hubungan baik dan kerja sama institusional Polri dan KPK,” pungkasnya.