NOTULA – Tak pernah Lelah, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, terus mendesak otoritas pemilihan umum, Komisi Pemilihan Umum (KPU), segera menyelesaikan permasalahan daftar pemilih tetap (DPT).

Diingatkan, berdasar catatan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, hingga kini masih ada sekitar 17,5 juta DPT bermasalah yang tak kunjung dirampungkan.

“Saya sendiri masih yakin bahwa di dalam DPT KPU yang tidak murni berbasis Dukcapil, masih banyak data-data invalid. Orang-orang yang sebetulnya tidak ada orangnya, tapi kartunya dicetak,” kata Fahri, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (8/4).

Menyongsong pelaksanaan pemilihan umum yang menyisakan sembilan hari, KPU sebagai penyelenggara Pemilu harus bersikap terbuka.

Setidaknya, kata Fahri, seperti dikutip dari rmol.co, lembaga pimpinan Arief Budiman itu harus memberikan pernyataan secara terbuka, bila memang data DPT tidak sempurna.

“Jadi harus ada pernyataan final tentang ketidaksempurnaan DPT dan bagaimaan cara mengantisipasi agar tidak terjadi modus kecurangan di situ,” tegasnya.

“Saya kira memang lubangnya masih banyak, karena itulah KPU tidak berani verifikasi terbuka dengan orang yang menuntut verifikasi terbuka,” tandasnya.