Fadli Zon: Pemilu Kita Memang Belum Jurdil

Nasional

NOTULA – Pernyataan petinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang mengendus potensi kecurangan pada Pemilu 2024 menuai reaksi beragam dari berbagai kalangan.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menjelaskan, selama ini hajatan demokrasi lima tahunan di Indonesia memang belum sepenuhnya berjalan secara jujur dan adil (Jurdil).

“Saya kira sebagai pendapat, sah-sah saja (SBY) berpendapat. Memang Pemilu kita belum sepenuhnya jujur dan adil dari Pemilu ke Pemilu, kalau menurut saya sih gitu,” kata Fadli kepada wartawan, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/9/22).

Dia juga menyatakan, dari Pemilu ke Pemilu di Indonesia acap kali terjadi persoalan kecurangan yang sistemik, terstruktur, dan massif. “Ya kita semua sama-sama tahu lah, kita sudah lama jadi orang Indonesia,” tuturnya.

Meski begitu, di sisi lain, Fadli menilai bahwa ucapan SBY itu hanyalah statemen politik dalam rangka ikut campur dalam perpolitikan nasional bersama Partai Demokrat di Pemilu 2024 nanti.

“Jadi saya kira itu statemen politik bahwa Pak SBY akan ikut campur tangan lagi di dalam urusan, mungkin dalam partainya, menurut saya sih sah-sah saja,” pungkasnya, seperti dikutip dari rmol.id.

Seperti diketahui, SBY mengaku mendengar kabar ada tanda-tanda bahwa Pemilu 2024 akan diselenggarakan dengan tidak jujur dan adil. Karenanya dia mengatakan harus turun gunung.

“Mengapa saya harus turun gunung menghadapi Pemilihan Umum 2024 mendatang? Saya mendengar, mengetahui, bahwa ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil,” kata SBY saat berpidato di acara Rapimnas Partai Demokrat, Kamis (15/9/22).