Khofifah: Masa Transisi Malang Raya Diperpanjang Sepekan

Malang Raya

NOTULA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memimpin video conference evaluasi masa transisi dari PSBB menuju New Normal untuk Malang Raya, Jumat (5/6/20), malam.

Sesuai kesepakatan, masa transisi akan berakhir Sabtu (6/6/20) besok. Namun, mengingat masih banyak yang harus disempurnakan, akhirnya diperpanjang hingga sepekan ke depan.

Gubernur didampingi Forkopimda Provinsi Jawa Timur berdialog langsung dengan tiga kepala daerah yang ada di Malang Raya, Bupati Malang HM Sanusi, Walikota Malang Sutiaji dan Walikota Batu Dewanti Rumpoko. Ketiganya juga didampingi Forkopimda masing-masing.

Pada sambutan pembukanya, Khofifah mengingatkan keberhasilan PSBB di Malang Raya, dan protokol kesehatan hendaknya terus dijaga, termasuk kesepakatan selama masa transisi.

Secara khusus gubernur juga mengingatkan bahwa Kampung Tangguh di Malang Raya agar terus dijaga ketangguhannya.

“Kampung Tangguh di Malang Raya ini sudah menjadi role model. Tetap jaga ketangguhannya, apalagi akan banyak provinsi lain yang belajar dari Malang Raya dalam hal Kampung Tangguh ini,” katanya.

Selanjutnya satu persatu kepala daerah menyampaikan evaluasi di daerah masing-masing.

Pada kesempatan itu Bupati HM Sanusi menyampaikan beberapa hal yang sudah dilakukan jajarannya bersama TNI dan Polri, terutama aksi langsung turun ke sejumlah obyek.

Selain inspeksi mendadak di sejumlah pusat keramaian, bupati bersama jajarannya juga gencar melakukan edukasi ke berbagai komunitas.

“Kepada seluruh pengasuh pesantren yang ada di Kabupaten Malang juga sudah kami sosialisasikan terkait protokol New Normal,” jelasnya, sembari menyatakan, pihaknya sudah menyiapkan 50 ribu masker untuk dibagikan.

Hingga berita ini ditulis, video conference masih berlangsung.