Es Lilin, Jajanan Lawas Idola di Masa Pandemi

Kuliner

NOTULA – Pernah makan es lilin? Pelepas dahaga jadul (jaman dulu) yang hingga kini masih jadi idola.

Harganya murah, rasanya sederhana, tapi bikin kangen. Untuk yang saat ini usianya di atas 25 tahun, begitu menjilatnya, pasti langsung teringat masa kecil dulu.

Kali ini kita jumpai Ibnu Huda, penjual es lilin keliling yang konsisten. Sudah enam bulan terakhir dia menjual jajanan lawas itu, sehari-hari keliling di kawasan Sawojajar dan Ranugrati, Kota Malang.

Meski sudah jarang ditemui lagi alias langka, toh harganya tetap bersahabat, cuma lima ribu rupiah saja.

Jumat (20/11/20) siang kemaren, begitu ketemu penjual es lilin, spontan notulanews berhenti, dan langsung membelinya, menikmati di pinggir jalan. Betul-betul mantap, rasanya tak berubah.

Si penjual, Ibnu Huda, mengaku, tiap hari bawa 30 biji, dan keliling di sekitar Sawojajar dan Ranugrati.

“Untuk omzet penjualan, alhamdulilah tidak ada perubahan, dari sebelum pandemi hingga sekarang,” katanya bangga.

Ibnu berangkat dari Simpang Ranugrati, karena di situ dia mengambil es dagangannya, dari supplier, yang kemudian ia jual menggunakan sepeda onthel, menemani hari-harinya mencari nafkah, membantu melepas dahaga khalayak.