NOTULA – Operator transportasi online, Grab, mengincar pendanaan 6,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 92 triliun tahun ini untuk ekspansi bisnis. Pendanaan yang besar diperlukan perusahaan super app itu untuk unggul jauh dari pesaing terdekatnya Gojek.

Co-founder& CEO Grab, Anthony Tan, mengatakan, peru­sahaan bakal berinvestasi secara agresif pada tahun ini. “Kami berencana menanam modal atau melakukan akuisisi setidaknya enam perusahaan di Asia Tenggara,” jelasnya, dalam keterangan tertulis, kemarin.

Dikatakan juga, saat ini perusahaan membutuhkan pendanaan 2 miliar dolar AS lagi agar mencapai total investasi yang diharapkan. “Kami berharap bisa mendapatkan total modal 6,5 miliar dolar tahun ini,” kata Anthony Tan.

Ia mengapresiasi, dukungan penuh Softbank dan investor strategis Grab lainnya yang telah menginvestasikan lebih dari 4,5 miliar dolar AS untuk putaran pen­danaan seri H pada bulan lalu. Dari jumlah itu, 1,46 miliar dolar AS di antaranya berasal dari SoftBank Vision Fund.

Diungkapkan juga, pendanaan itu menjadi campuran antara utang dan ekuitas. Dita­mbahkan, Grab sedang mencari cara memperluas bisnis dengan cepat dalam layanan keuangan dan pengiriman makanan.

“Dengan dukungan dari investor-investor strategis seperti SoftBank dan lainnya, ini memungkinkan kami tumbuh sangat agresif di tahun ini pada bisnis pembayaran, transportasi, dan antar makanan,” jelas Tan.

Dengan kucuran permodalan dari SoftBank dan investor-investor lainnya, Grab yakin bisa melampaui pesaing terberatnya di Indonesia dan Asia Tenggara, yakni Gojek.

“Dengan tingkat pertumbuhan kami saat ini, kami targetkan untuk menjadi empat kali lebih besar dari kompetitor terbesar kami di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara pada akhir tahun ini,” imbuh Tan.

Anthony mengaku, telah ber­temu dengan CEO SoftBank, Masayoshi Son yang telah memberikan dukungan tidak terbatas kepada Grab. Dia menyebut, hubungan keduanya telah mencapai titik baru setelah bekerja sama sejak 2014.

Tan juga mengatakan, pendanaan berikutnya semakin memperkuat jika Grab tidak perlu melakukan penawaran saham perdana (IPO) di lantai bursa.

“Dengan jumlah pendanaan yang terkumpul dan dukungan dari investor strategis seperti Softbank, kami akan mengeksekusi rencana ekspansi dan investasi, sehingga tidak perlu IPO,” kata Tan.

Ia mengungkapkan, Grab juga berkomitmen terus mengembangkan potensi startup dan Sumber Daya Manusia (SDM) teknologi di Indonesia.

Upaya itu didorong lewat ber­bagai program seperti Grab Ven­tures Velocity dan Thinkubator. Menurutnya, Grab juga bakal menambah jumlah karyawan di Singapura menjadi 3 ribu orang.

“Ini akan dilakukan saat kantor pusat di Singapura yang bernilai 134 juta dolar AS selesai dibangun pada akhir 2020,” katanya.

Presiden Grab Ming Maa menambahkan, perusahaanya melihat peluang besar untuk terus tumbuh di Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Grab akan menjangkau berbagai lini bisnis, termasuk sektor keuangan dan kesehatan.

Di antara pasar-pasar utama lainnya, kata Ming, Indonesia akan mendapatkan investasi terbaru secara signifikan.

Dia percaya Grab tengah berada pada jalur yang tepat untuk tumbuh empat kali lebih besar dibandingkan pesaing terdekat sekaligus menjadi pemimpin dalam bisnis transportasi on demand (ride-hailing). Berdasarkan data CB Insights, valuasi Grab mendekati 14 mil­iar dollar AS.

Decacorn asal Singapura ini memperoleh pendanaan seri A dari Vertex Ventures SE Asia dan salah satu investor yang tidak disebutkan namanya senilai 10 juta dolar AS pada April 2014.

Kala itu, valuasi Grab sebesar 32,4 juta dolar AS. Lalu, Grab memperoleh pendanaan seri B dari GGV Capital, Qunar, dan Vertex Ventures SE Asia senilai 15 juta dolar AS pada Mei 2014, sehingga valuasinya mencapai 76,72 juta dolar AS.

Pendanaan seri C diperoleh Grab dari GGV Capital, Hill­house Capital Management, Qunar, Tiger Global Management, dan Vertex Ventures SE Asia senilai 65 juta dolar AS.

Grab pun menyandang status unicorn atau bervaluasi 1 miliar dolar AS, ketika mendapat pendanaan seri D senilai 250 juta dolar AS dari Softbank Group pada Desember 2014.

Pada Agustus 2015, Grab memperoleh pendanaan seri E sebesar 350 juta dolar AS dari China Investment Corporation, Coatue Management, dan Didi Chuxing. Alhasil, valuasi Grab mencapai 1,8 miliar dolar AS saat itu.

Pada September 2016, Grab mendapat pendanaan seri F senilai 750 juta dolar AS dari Honda dan Softbank Group. Tambahan modal itu mem­bawa valuasi Grab menjadi 3 miliar dolar AS.

Pendanaan seri H senilai 1 miliar dolar AS diperoleh Grab pada Juni 2018, dari Toyota Motor Corporation. Pada saat itu, CB Insights mencatat bahwa valuasi Grab sudah tembus 10 miliar dolar AS atau berstatus decacorn.

Kemudian, Grab mendapat pendanaan seri H-II senilai 900 juta dolar AS dari Booking Holdings, Hyundai Motor Company, Kasikornbank, Kia Motors Company, Microsoft, dan Yamaha Motor Ventures pada Oktober 2018.