Emoh Berdiam di Rumah, Kakek 71 Tahun Tetap Semangat Jual Lap Piring Keliling…

Malang Raya

NOTULA – Melihat motif lap piring (serbet) yang dijual keliling oleh Usman, kakek berusia 71th, ini ingatan kita langsung tertuju ke masa lalu. Lap seperti itu selalu ada di meja makan, atau digantung di dapur.

Pendek kata, lap seperti itu menjadi memori bagi sebagian besar dari kita. Sebab itu, notulanews.com begitu terhenyak saat mendapati seorang kakek renta menjajakan lap itu dengan bersepeda, berkeliling ke sejumlah Kawasan di Kota Malang.

Ditemui saat menjajakan dagangannya di Kawasan Balai Kota Malang, Rabu (4/11/20), kakek Usman pun mengisahkan perjalanan hidupnya, hingga akhirnya berjualan lap (serbet) sampai saat ini.

Berawal saat dirinya di-PHK (pemutusan hubungan kerja) pada 1997. Sejak itu ia mencoba peruntungan dengan berdagang sandal, namun gagal.

Kakek Usman mencoba usaha lain dengan menjadi seorang kuli bangunan. Nah, penghasilan sebagai kuli itulah yang ia kumpulkan untuk modal berdagang lap piring.

“Sudah tiga tahun ini saya keliling jualan lap piring. Biasanya saya berangkat dari rumah jam 06.00 WIB, lalu berhenti di depan gerbang Kampus Universitas Brawijaya hingga pukul 12.00 WIB,” tuturnya.

Yang pasti, semangat warga Kacuk, Kebonsari, Kota Malang itu sangat menginspirasi. Betapa tidak, usia sudah tak muda lagi, tapi semangatnya masih tinggi untuk mengais rezeki.

“Saya punya lima anak, mereka sebenarnya melarang saya berjualan lagi, tapi saya masih kuat kok untuk keliling,” katanya, menjawab pertanyaan ihwal anak-anaknya.

Disinggung soal pademi, Usman menjelaskan, sebelum ada Covid 19 bisa mencapai Rp 80.000,00 sehari. Saat ini paling-paling hanya membawa Rp 30.000,00 saja ke rumah.

Nah, bagi siapa saja yang melewati Jalan Veteran, Kota Malang, tepatnya depan gerbang Kampus UB, tak ada salahnya membeli lap piring kakek Usman yang dijual dengan harga Rp 10.000,00 untuk 3 potong lap piring.