NOTULA – Politisi Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, mengkritisi penetapan status tersangka yang diterapkan pihak kepolisian terhadap politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Eggi Sudjana.

Dia berpendapat, people power yang dimasalahkan dalam kasus ini belum bisa dikategorikan sebagai perbuatan makar, melainkan sebatas kebebasan berekspresi. Sebab, tindakan nyata dari makar belum ada.

“Jadi, kalau dituduh makar, makarnya di mana, apa yang dilakukan. Kalau ucapan, itu bukan makar,” tegasnya, saat ditemui di Gedung Nusantara III, Senayan, Selasa (14/5).

Diingatkan oleh wakil ketua umum DPP Partai Gerindra itu, bahwa kebebasan berekspresi dalam berpendapat itu dijamin oleh konstitusi di negeri demokrasi ini.

“Makar itu saya kira ada unsur untuk meruntuhkan pemerintah yang sah dengan kekuatan senjata dan sebagainya. Saya melihat yang dilakukan Eddi itu biasa-biasa saja,” imbuhnya.

Sebab itu, dia menekankan bahwa yang dilakukan aparat belakangan ini, yang dengan mudah menangkap para aktivis yang kritis terhadap pemerintah, sama saja dengan merusak demokrasi.

“Dalam dunia demokrasi kebebasan berpendapat itu diatur dan tidak boleh ada abuse of power,” pungkasnya, seperti dikutip dari rmol.co.