NOTULA – Direskrim Umum Polda Metro Jaya menetapkan politisi PAN, Eggi Sudjana, sebagai tersangka terkait dugaan makar. Kasus itu bermula saat Eggi melontarkan people power alias gerakan rakyat terkait Pilpres, beberapa waktu lalu.

Selanjutnya Eggi akan dipanggil polisi pada Senin (13/5) pukul 10.00 WIB, dalam kapasitas sebagai tersangka.

“Ya betul, dipanggil sebagai tersangka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, kepada wartawan, Kamis (9/5).

Seperti diketahui, kasus itu berangkat dari laporan relawan Jokowi-Maruf Center (Pro Jomac) yang telah dilimpahkan dari Bareskrim Polri ke Polda Metro Jaya. Eggi dilaporkan atas tuduhan penghasutan.

Laporan itu diterima polisi dengan nomor laporan nomor: LP/B/0391/IV/2019/BARESKRIM tertanggal 19 April 2019 dengan tuduhan penghasutan.

Perkara yang dilaporkan adalah Tindak Pidana Pengaduan Palsu UU 1/1946 tentang KUHP Pasal 220 KUHP Pencemaran Nama Baik UU 1/1946 tentang KUHP Pasal 310 KUHP.

Tak hanya itu, Eggi juga dilaporkan seorang wanita bernama Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya pada Rabu (24/4) lalu, lantaran Eggi dituding berencana melakukan makar terkait seruan people power yang disampaikan melalui pidatonya.

Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/2424/IV/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus. Tindakan pidana yang dilaporkan adalah dugaan pemufakatan jahat atau makar.

Selain itu, seperti dikutip dari rmol.co, Eggi juga dilaporkan atas dugaan melanggar UU ITE Pasal 107 KUHP juncto Pasal 87 KUHP atau Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.