Edward Soeryadjaya Divonis 12,5 Tahun Penjara dan Bayar Rp 25,6 Miliar

Nasional

NOTULA – Terdakwa kasus dugaan korupsi dana pensiun PT Pertamina tahun anggaran 2014-2015, Edward Soeryadjaya, akhirnya divonis bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dengan hukuman 12 tahun 6 bulan penjara.

Tak hanya dihukum penjara, hakim juga mewajibkan Edward membayar denda senilai Rp 500 juta. Vonis itu disampaikan langsung oleh Ketua Majelis Hakim, Suharso, dalam sidang putusan, Kamis (10/1).

“Apabila denda itu tidak dibayar akan diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan,” tegas Hakim Suharso. Dan bukan hanya itu, hakim juga mewajibkan Edward membayar uang pengganti senilai Rp 25,6 miliar.

Uang sebanyak itu harus dibayarkan selambat-lambatnya 41 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap. Jika Edward tak melakukan kewajiban itu, harta benda akan disita atau paling tidak diganti hukuman penjara 1 tahun.

Menyikapi itu, kuasa hukum Edward, Bambang Hartono, memastikan kliennya mengajukan banding, karena hukuman yang diterima kliennya lebih berat dibandingkan terdakwa utama, eks Presiden Direktur Dana Pensiun PT Pertamina (Persero), Muhammad Helmi Kamal Lubis.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pun, seperti dikutip dari rmol.co, menyatakan akan pikir-pikir atas banding yang akan diajukan Edward bersama kuasa hukumnya.

Seperti ramai diberitakan, Edward didakwa Pasal 2 ayat 1 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Pada awal 2014 lalu, Edward yang merupakan pemegang saham mayoritas PT Sugih Energy Tbk (SUGI), berkenalan dengan Helmi Kamal Lubis. Perkenalan itu dimaksudkan untuk meminta agar Dana Pensiun PT Pertamina (Persero) membeli saham SUGI.

Pada periode Desember 2014 hingga September 2015, Helmi diduga melawan hukum dengan menginisiasi dan membeli saham SUGI. Pembelian itu melalui PT Millennium Danatama Sekurita.