Dugaan Suap Penurunan Nilai Pajak, Pejabat Ditjen Pajak Dipecat

Nasional

NOTULA – Diduga terlibat tindak pidana suap terkait penurunan nilai pajak terhadap wajib pajak, pejabat di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Ditjen Pajak Kemenkeu) dipecat.

Hal itu diungkapkan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, yang menyatakan, pihaknya telah mencopot pejabat di Ditjen Pajak Kemenkeu yang kini penyidikannya tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kami tidak akan toleran pada tindakan koruptif di lingkungan pegawai Ditjen Pajak Kemenkeu. Terhadap pejabat Ditjen Pajak yang oleh KPK diduga terlibat suap, telah dilakukan pembebasan tugas dari jabatan, agar memudahkan proses penyidikan oleh KPK,” tegas Sri Mulyani, dalam konferensi virtual, Rabu (3/3/31).

Sayangnya, SMI, sapaan karib Menkeu itu, tidak membeberkan nama oknum pejabat yang diduga terlibat tindak pidana suap. Menurutnya, Kemenkeu tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah.

SMI juga berjanji akan mempermudah KPK mengusut lebih jauh kasus yang menjerat anak buahnya itu.

“Yang bersangkutan juga telah mengundurkan diri dan tengah diproses. Langkah itu dilakukan agar penegakan hukum oleh KPK tidak memberikan imbas negatif dari kinerja Ditjen Pajak Kemenkeu,” tuturnya.

“Kemenkeu akan terus bekerja sama dengan KPK di dalam upaya meningkatkan dan mengoptimalkan penerimaan negara dari perpajakan dan sumber lain yang diatur undang-undang. Kami juga bekerja sama dengan KPK mencegah terjadinya korupsi di lingkungan Kemenkeu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, seperti dikutip dari RMOL.id, mengungkapkan, pihaknya tengah membuka penyidikan baru dalam kasus dugaan suap pajak terhadap wajib pajak.

Namun, Alex belum membeberkan secara rinci siapa pihak Ditjen Pajak Kemenkeu yang dimaksud dan diduga terlibat dalam kasus tersebut.

“Kami sedang penyidikan betul, tapi tersangkanya nanti dalam proses penyidikan itu kan mencari alat bukti untuk menetapkan tersangka, ini yang sedang kami lakukan,” kata Alex di kantornya, Jakarta, Selasa (2/3/21).