Terkait Covid-19, Dua Pesantren dan Vihara di Poncokusumo Disambangi Bupati sanusi

Malang Raya

NOTULA – Bupati Malang, Drs HM Sanusi MM, kembali menggelar Bakti Sosial bersama jajaran Forpimda di wilayah kerja Kecamatan Poncokusumo, Sabtu (2/5) siang.

Abah Sanusi, sapaan akrab bupati, bersama rombongan menyalurkan bantuan berupa beras dan mie instan kepada sejumlah warga, pondok pesantren dan vihara di Poncokusumo.

Pada kegiatan kali ini, bupati sekaligus meninjau langsung dan memberi edukasi terkait kewaspadaan terhadap penyebaran wabah Covid-19 yang menimpa dunia kepada warga Desa Wiringin Anom, Gubuglakah dan Ngadas, juga berjaga dengan membangun pos check point.

Sasaran baksos ada di tiga lokasi, yakni Ponpes Darul Hikmah Kalijero Simpar, di Desa Wringinanom, yang diasuh KH Mustari, Ponpes Darussa’adah, di Desa Gubugklakah, Poncokusumo, yang diasuh KH Nur Hasanuddin, dan Yayasan Vihara Paramita, di Desa Ngadas, Poncokusumo, yang dikoordinatori Mistono.

”Kegiatan ini bagian dari upaya edukasi bahwa wabah atau penyakit Covid-19 ini benar-benar membahayakan, tidak main-main, sehingga Forkopimda datang ke seluruh kecamatan dan desa. Saat ini yang kita datangi wilayah desa yang ada di ujung timur, berbatasan dengan Lumajang, Probolinggo dan Pasuruan,” tutur Abah Sanusi, kepada awak media, di sela kegiatan.

Dalam rangkaian kegiatan edukasi dan Baksos bagi warga terdampak ini, jelas bupati, Pemerintah Kabupaten Malang sengaja menyasar ke wilayah terluar yang ada di perbatasan ujung Kabupaten Malang, harapannya, warga merasa diperhatikan.

”Sasaran Baksos dan edukasi di wilayah terluar, sebelumnya, juga kita gelar di Donomulyo, Ampelgading, Lawang, dan Singosari,” tambahnya.

Soal status PSBB, menurutnya masih dimatangkan dengan menggarap draft nol atau kasar.

“Sudah kita paparkan ke Dandim Kapolres serta Dinkes dan RSUD, terkait semua persiapan dan sinkronisasi dalam Perbub itu. Setelah draft mendekati sempurna selanjunya dipaparkan kembali di depan DPRD,” bupati mengakhiri.