Dua Kapolda yang Dicopot Disarankan Gugat Kapolri ke PTUN

Nasional

NOTULA – Dua Kapolda yang dicopot, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Kapolda Jabar, Irjen Rudi Sufahriadi, disarankan melakukan perlawanan hukum dengan menggugat Kapolri Jenderal Idham Azis.

Demikian saran yang disampaikan pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam, merespon dicopotnya Nana Sudjana dan Rudi Sufahriadi.

Penyebab dicopotnya dua Kapolda itu disebutkan, karena membiarkan kerumunan massa pada serangkaian acara kepulangan Habib Rizieq Shihab ke Indonesia.

“Mestinya Kapolda yang dicopot melakukan perlawanan, dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN),” jelas Saiful Anam, seperti dikutip dari RMOL.id, Senin (16/11).

Karena, sambung Saiful Anam, kerumunan masyarakat atas datangnya Habib Rizieq Shihab dari Arab Saudi ke Indonesia tidak dapat terhindarkan.

“Jadi, saya kira bukan tidak mungkin berpengaruh terhadap reputasi kedua Kapolda itu pasca adanya pencopotan, karena seumur hidup akan jadi sejarah, dan masyarakat akan bertanya-tanya atas pencopotan itu,” kata Saiful.

Seharusnya, jelas dia lagi, Kapolri tidak langsung mencopot kedua Kapolda itu, dan memberikan pengarahan lebih jelas.

“Mestinya kan tidak langsung dicopot begitu saja, ada pengarahan, atau misalnya koordinasi dari Kapolri atau jajarannya, ini kan seakan-akan sama halnya Kapolri tidak berhasil melakukan komunikasi dan koordinasi dengan bawahannya,” rinci Saiful.

“Kalau seperti ini, tidak serta merta terhadap Kapolda yang dapat dilakukan pencopotan, tapi pimpinan Kapolda dalam hal ini juga harus bertanggungjawab,” pungkasnya.