DPR RI Minta Menkeu dan BI Jelaskan Soal Utang RP 5 Ribu Triliun

Ekbis

NOTULA – Utang luar negeri yang membengkak menjadi sorotan DPR RI dalam refleksi akhir 2018. Utang yang kini menembus angka Rp 5 ribu triliun harus dikelola secara hati-hati, meski pemerintah memastikan masih dalam batas wajar.

“DPR mendorong pemerintah untuk mengelola utang dengan baik dan benar, dilandasi aspek kehati-hatian,” tutur Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/12).

Dia juga mendorong agar pemerintah memberi penjelasan detail mengenai kondisi utang. Dia mendorong Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) membentuk sebuah tim yang menjabarkan kondisi tersebut.

“DPR melihat Menteri Keuangan bekerja sendiri untuk menanggapi dan menjelaskan berbagai aspek tentang utang. Tidak ada salahnya jika Kemenkeu dan BI bekerja sama membentuk sebuah tim yang pro aktif memberi penjelasan kepada berbagai elemen masyarakat,” tegasnya.

Bamsoet, sapaan akrabnya, kini hanya bisa berharap agar apa yang diucap pemerintah benar adanya. Dengan kata lain volume utang memang masih dalam wajar dan aman.

“Artinya, negara masih sangat mampu membayar ULN, karena rata-rata pertumbuhan ekonomi 5 persen, sementara total pinjaman dari luar pada kisaran 2 persen dari tingkat pertumbuhan,” demikian Bamsoet, seperti dikutip dari rmol.co.