NOTULA – Pemanggilan yang dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya kepada Dokter Robiah Khairani Hasibuan, atau yang dikenal dengan Ani Hasibuan, sangat disayangkan oleh Ikatan Keluarga Besar Universitas Indonesia (IKB UI).

Anggota IKB UI, Sabrun Jamil, menegaskan, Ani Hasibuan merupakan rekannya sesama alumni UI. Menurutnya, tindakan Ani Hasibuan yang kemudian dipersoalkan sejumlah pihak merupakan perwujudan dari sumpahnya atas nama profesi dan kemanusiaan.

Dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (16/5), Sabrun menegaskan, Ani Hasibuan bertindak atas dasar kemanusiaan, maka pemanggilan ini jelas suatu kegilaan.

“Kenapa profesi, kemanusiaan yang dia (Ani) tunjukkan, dan profesionalitas dia sebagai dokter yang dia tunjukkan, sekarang justru menjadi masalah di negeri kita? Kan gila ini,” tegas Sabrun.

Sebab itu dia berharap kegilaan itu harus dihentikan, demi masa depan bangsa Indonesia. “Kegilaan ini enggak bisa diteruskan, mari kita luruskan lagi bangsa ini ke depan,” pungkasnya.

Seperti ramai diberitakan, Ani Hasibuan dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya oleh Carolus Andre Yulika, dengan laporan polisi nomor:LP/2929/V/2019/PMJ/Dit Reskrimsus pada 12 Mei 2019.

Ani disangka melanggar Pasal 28 Ayat 2 junto Pasal 35 junto Pasal 45 Ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 14 dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan Hukum Pidana junto Pasal 55 Ayat 1 junto Pasal 56 KUHP.

Dia juga dituding telah menyebarkan berita atau pemberitahuan bohong yang dapat mengakibatkan keonaran di masyarakat yang terdapat di portal media berita tamshnews.com.

Karena itu, Ani dijadwalkan diperiksa sebagai saksi pada Jumat (17/5) pukul 10:00 WIB, di ruang Subdit Sumdaling Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Hal tersebut, seperti dikutip dari rmol.co, merujuk pada Surat Perintah Penyidikan yang tercantum pada nomor: SP.DIK/391/V/RES.2.5/2019/Dit Reskrimsus pada tanggal 15 Mei 2019.