Dispangtan Kota Malang Tekankan Pentingnya Entrepreneurship dan Milenials

Malang Raya

NOTULA – Atmosfer inovasi di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang begitu terasa sejak kehadiran pimpinan barunya, Ir H Ade Herawanto MT. Kran Kerjasama dengan berbagai elemen masyarakat mulai dibuka.

Kepada notulanews, Ade -sapaan akrabnya-, berpendapat, kerjasama dengan elemen memiliki peran penting, demi mewujudkan nilai tambah produk pertanian. Di ruang kerjanya, tampak perwakilan santri, TNI dan lainnya, tengah diskusi santai ihwal pertanian dan kekinian.

Kepala Dispangtan Kota Malang, Ir H Ade Herawanto MT (kanan) dan prototype coffee mobile yang kini tengah dijajaki. (Foto: notulanews)

“Saat ini Dispangtan tidak boleh berkutat pada pertanian konvensional, jadi saatnya memikirkan dari hulu hingga hilir, terutama mendekatkan praktikanya dengan digitalisasi (online),” harap Ade, Selasa (16/2/21), di ruang kerjanya.

Sementara itu, Sekretaris Dispangtan, Eny Handayani, ditemui terpisah, mengatakan, kepala dinas yang baru memang menekankan perlunya entrepreneurship di dinas.

“Pak Kadin (Ade Herawanto, red) berharap pertanian tidak dimaknai secara konvensional, harus entrepreneur juga,” kata Eny.

Coffee mobile yang menjadi ujung tombak pemasaran hasil pertanian secara mobile. Ada kopi berbagai varian dan aneka cemilan hasil pertanian. (Foto: Achmad Rizal)

Dia mencontohkan, ketika memberikan bibit kepada masyarakat, “Entah itu kepada Ibu-Ibu Persit, pesantren dan lain-lain, mereka harus bisa memberi nilai tambah dari bibit-bibit yang sudah dihasilkan, termasuk memikirkan bagaimana memasarkannya.”

Eny juga membenarkan, kepala dinas yang baru menginginkan dibukanya kerjasama dengan semua potensi yang ada.

“Kemarin kita sudah kerjasama dengan masyarakat umum, misalnya dengan Ibu-Ibu Persit, kemudian jaringan pesantren di Kota Malang, dengan tidak meniggalkan RT RW yang ada,” tuturnya.

Dia juga mengatakan, Setiap Jumat, bertempat di kantor Dispangtan, Jalan A Yani Utara 202, digelar kegiatan bazar.

”Hasil-hasil petani dan masyarakat umum itu kita pasarkan, masyarakat berdatangan, karena yang dijual segar, aman dikonsumsi. Nah, saat ini kepala dinas yang baru ingin nilai tambah, tidak hanya hasil mentah saja, tetapi juga dalam bentuk siap konsumsi, dikemas modern, dan dijamin keamanannya,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu Ade juga mendatangkan gerobak bermotor yang menyajikan contoh riil urban farming pada aspek finishing, yakni marketing dengan mengembangkan entrepreneurship.

Di gerobak yang melibatkan dua personel itu disajikan kopi dan umbi-umbian yang sudah diolah dan disajikan dalam satu format mini yang kesannya sangat milenial, mobiling coffee.

Dan, untuk semakin memudahkan pemasaran dan esisiensi efektifnya, Ade juga menggagas mlijo-online.