Disalurkan ke Puskesmas, UB Tech Sudah Produksi 1.000 APD

Kesehatan

NOTULA – Memberdayakan potensi warga Kampung Cempluk di Kabupaten Malang, UB Tech memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) kesehatan, demi memenuhi kebutuhan kampus, rumah sakit, dan Puskesmas.

Melalui sambungan online, Selasa (27/10/20), Abyan, administrasi dari UB tech, mengaku produksi APD dilakukan untuk mencegah adanya kelangkaan dan permainan penjualan APD, seperti terjadi pada awal pandemi.

“Sebenarnya produksi APD ini sudah ada sejak awal pandemi, untuk memenuhi kebutuhan APD di kampus dan di beberapa Puskesmas serta RS Universitas Brawijaya (UB),” jelas Abyan.

Produksi APD merupakan program kerja dari Satgas Covid UB yang dibentuk sejak awal Maret 2020, sebagai respon tanggap untuk pencegahan penyebaran Covid.

Kurang lebih 15 warga di sekitar Kampus II Universitas Brawijaya, di Kampung Cempluk, diberi pelatihan dan dipekerjakan untuk memproduksi APD.

Warga yang memproduksi APD ini dibagi dalam 3 bagian, antara lain tekstil (produksi kain), faceshield, dan pandai besi.

“APD yang diproduksi di antaranya masker, faceshield (pelindung wajah), gaun medis, dan sarung tangan. Sejauh ini sudah produksi kurang lebih seribu APD, tidak bersifat komersil, jadi diproduksi menyesuaikan kebutuhan saja,” pungkas Abyan.