Diperiksa 7 Jam Lebih, Said Didu: Saya akan Tetap Kritis

Nasional

NOTULA – Mantan sekretaris BUMN, Muhammad Said Didu, lebih dari tujuh jam diperiksa jajaran Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, sejak pukul 10.00 pagi tadi.

“Sudah lebih dari 10 pertanyaanlah,” kata Said, saat ditemui di sela pemeriksaan di Masjid Al Ikhlas, Mabes Polri, Jumat (15/5/20) sore tadi.

Secara spesifik Said enggan mengungkap pertanyaan apa saja yang sudah dilontarkan penyidik kepadanya.

Ia meminta wartawan agar menanyakanya kepada kuasa hukum. “Ini masih awal, soal materi tanya saja sama kuasa hukum saya,” katanya.

Yang jelas, tegas Said, dia bakal tetap bersikap kritis terhadap pemerintah, meskipun akibat sikapnya itu ia harus berurusan dengan hukum.

“Demi kebaikan negara dan biar pemerintah tepat mengambil kebijakan, Insha Allah saya tetap melakukan kajian analisis kebijakan dengan solusi, jadi tidak berhenti,” tekan Said, seperti dikutip dari rmol.id.

Dikatakan juga, setiap pernyataan yang keluar dari mulutnya, termasuk saat dirinya menyebut bahwa Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, hanya memikirkan uang, uang dan uang, itu bagian daripada kajian analisis.

“Karena orang tuh selalu melihat setengahnya, sehingga dianggap kritik, padahal sebenarnya itu analisis kebijakan,” kata Said.