Dilarang Partisan di Pilkada, DK PWI: Independensi Wartawan Harga Mati!

Nasional

NOTULA – Independensi wartawan dalam menjalankan profesinya adalah harga mati, sebagaimana amanah konstitusi, peraturan undang-undang, kode etik jurnalis, serta kode perilaku wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat baru-baru ini memberikan sanksi bagi wartawan yang bersikap partisan dalam kontestasi Pilkada 2020 di daerahnya. Beberapa anggota pengurus, bahkan ketua provinsi, kedapatan mendukung salah satu Paslon Pilkada 2020.

“Kepada mereka yang melanggar dikenai sanksi pemberhentian atau diminta mundur dari PWI,” tegas Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, Ilham Bintang, dalam rapat konsolidasi yang digelar secara daring, Senin (26/10).

Pada rapat yang dipimpin Sekretaris Sasongko Tedjo itu, beberapa anggota Dewan Kehormatan Pusat, seperti Asro Kamal Rokan, dan Raja Pane, tampak ikut hadir.

DK PWI se-Indonesia menyepakati bahwa dalam Pilkada 2020, wartawan diharuskan menjaga jarak dengan semua kontestan agar bisa menjalankan fungsi serta punya kontribusi merawat dan mengembangkan demokrasi, mengawal bangsa dan negara mencapai cita-cita.

“Kontestasi pemimpin rakyat harus dijaga agar berjalan demokratis, supaya menghasilkan pemimpin yang amanah. Itu sebabnya Pilkada harus dijaga berlangsung jujur dan adil, tidak dikotori praktik money politics,” tambahnya.

Seperti dikutip dari RMOL.id, Ilham juga menegaskan, wartawan sebagai individu tetap memiliki hak politik, namun dalam menjalankan profesinya, wartawan diikat kode etik profesi.

“Karena itulah profesi ini tetap dihargai dan dipercaya sampai sekarang,” lanjutnya.

Ilham juga mengingatkan, Dewan Kehormatan Pusat dan Provinsi merupakan produk kongres dan konferensi di daerah, yang mempunyai kedudukan setara dengan pengurus PWI.

Dalam posisi itu, DK wajib membantu Pengurus Harian PWI dalam membangun organisasi sesuai amanah yang diterimanya dari kongres dan konferensi.

“Hanya dengan begitu, anda semua dapat meninggalkan legacy, seperti legacy yang diwariskan pendahulu kita, wartawan-wartawan pendiri PWI yang hebat-hebat,” tutup Ilham Bintang.