Diduga Terkait Surat Terbuka untuk Jokowi, Ruslan Buton Dijemput Polisi

Nasional

NOTULA – Diduga terkait surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo, Ruslan Buton ditangkap tim gabungan Satgas Merah Putih bersama Puspom TNI, kemarin siang.

Panglima Serdadu Eks Trimata Nusantara itu, Jumat (29/5/20) hari ini diterbangkan dari Kendari, Sulawesi Tenggara, menuju Jakarta.

“Sesuai komunikasi terakhir (kemarin), Ruslan Buton akan dibawa ke Bareskrim Mabes Polri,” kata kuasa hukum Ruslan Buton, Tonin Tachta Singarimbun, dalam keteranganya, Jumat (29/5).

Menurutnya, seperti dikutip dari rmol.id, Ruslan diterbangkan dari Bandara Halu Oleo, Kendari, menggunakan pesawat khusus dari Mabes Polri, pukul 09.00 Wita.

Ruslan Buton digelandang polisi karena surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo, di mana salah satu poinnya meminta agar sang kepala negara mundur.

Kabar penangkapan itu dibenarkan Kepala Penerangan Komando Resimen (Kapenrem) 143/Kendari, Mayor Sumarsono. “Ya (Ruslan Buton ditangkap) kita tahunya dari berita juga,” kata dia, kemarin.

Dia belum merinci ihwal penangkapan itu, karena belum ada laporan resmi yang diterimanya. “(Yang nangkap) dari Puspom dan Mabes Polri,” ucapnya.

Berdasar video yang beredar, Ruslan ditangkap di sebuah rumah di Desa Wabula 1, Kecamatan Wabula, Buton, Sulawesi Tenggara. Saat ditangkap Ruslan terlihat kooperatif, dia melenggang santai masuk mobil petugas.

Warga di sekitar rumah itu pun menyaksikan Ruslan dijemput. Ruslan pun sempat melambaikan tangan ke arah warga, sebelum masuk mobil petugas.

Di sisi lain, Sumarsono menegaskan, saat ini status Ruslan bukan lagi anggota TNI AD. Dia statusnya sudah dipecat, akibat terlibat kasus pembunuhan.

Karena itu, proses hukum akan dijalankan oleh pihak kepolisian, bukan menjadi ranah POM AD. “Ya kan (Ruslan) langsung di bawa ke Polres Bau Bau,” pungkas Sumarsono.