NOTULA – Praktik jual beli suara diduga terjadi di Malaysia, dan kini dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) oleh calon anggota legislatif DPR RI nomor urut 7 dari Partai Gerindra Dapil 2 DKI Jakarta, Basri Kinas Mappaseng.

Tak tanggung-tanggung, laporan Basri dilengkapi barang bukti berupa rekaman percakapan telepon, dan screenshot percakapan dengan salah seorang yang menawarkan jual beli suara di Malaysia.

Menurutnya, dia telah berkomunikasi via telepon dan media sosial Whatsapp dengan seorang yang berdomisili di Kuala Lumpur, yang kemudian menawarkan jasa untuk dapat membeli suara terjamin untuk wilayah Malaysia.

Orang tersebut, kata dia, mengaku dapat memperoleh suara dalam Pemilu untuk beberapa wilayah di Malaysia, dengan biaya sekitar RM 15 sampai RM 25 per suara.

Laporan itu senada dengan aduan founder Foreign Policy Community of Indonesia, Dino Patti Djalal, beberapa waktu lalu, yang menyampaikan adanya dugaan calo suara ke Bawaslu, namun hingga saat ini belum mendapatkan respon tegas.

Informasi terkait calo suara ini diterima saat menjalankan program pengenalan caleg DKI Jakarta 2, yang meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan luar negeri.

Basri protes terhadap praktik dan potensi kecurangan, terutama di Dapil Malaysia dalam Pemilu 2019 ini, dan berharap agar para calo suara segera ditindaklanjuti, agar Pemilu 2019 berjalan sesuai prinsip dasar Pemilu, yaitu jujur dan adil.

Hal itu perlu disorot, mengingat suara luar negeri untuk Dapil DKI Jakarta 2 rawan disalahgunakan, seperti dikemukakan Imam Besar FPI, Rizieq Shihab, beberapa hari lalu, yang menyatakan, ada usaha dari Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, mengarahkan masyarakat di Arab Saudi memenangkan pasangan petahana.

Tim BPN Prabowo-Sandi sendiri memberi perhatian khusus pada masalah ini, utamanya Malaysia, karena putra Duta Besar Indonesia untuk Malaysia juga ikut pemilihan Caleg Dapil DKI Jakarta 2.

“Pemilu kali ini diharapkan mampu menghadilkan pemimpin atau Caleg berkualitas dengan cara berintegritas tinggi, yang mau dan mampu membangun negara dan masyarakat yang lebih baik lagi,” ujar Basri, seperti dikutip dari rmol.co, Kamis (4/4).