Di Negara OKI, Penyakit Menular Jadi Penyebab Kematian Tertinggi

Kesehatan

NOTULA – Hingga kini penyakit menular masih jadi penyebab tingginya angka kematian di banyak negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek, menjelaskan, pada 2015, penyakit menular merupakan 30 persen penyebab kematian di negara OKI. Jauh melebihi angka kematian di negara berkembang non OKI, yakni 24 persen dan dunia 22 persen.

“Kapasitas produksi dan rendahnya akses, ketersediaan obat termasuk vaksin yang aman dan berkualitas, menyebabkan ketergantungan negara OKI dalam penyediaan obat,” ujarnya dalam The 1st Meeting of the Heads of National Medicines Regulatory Authorities (NMRAs) from the Organization of Islamic Cooperation Member States di Jakarta, Kamis (22/11).

Nila menambahkan, dengan digelarnya pertemuan kepala Otoritas Regulatori Obat Negara Anggota OKI, diharapkan ada kerja sama dan transfer teknologi antara Indonesia dengan sesama negara OKI untuk pengembangan obat dan vaksin.

“Dalam forum, seluruh delegasi juga akan membuat rencana kerja untuk mengetahui kekuatan setiap negara dalam memproduksi obat dan vaksin,” katanya, seperti dikutip dari rmol.co.

Sementara Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Penny K Lukito, menambahkan, hasil pertemuan yang mengangkat tema ‘Strengthening Collaboration Amongst The OIC NMRAs Towards Self-Reliance of Medicines And Vaccines’ itu akan dituangkan dalam bentuk Deklarasi Jakarta.

Sebagai komitmen kepala Otoritas Regulatori Obat negara anggota OKI untuk meningkatkan tingkat kesehatan dan kesejahteraan rakyatnya, melalui kemandirian produksi obat dan vaksin yang aman, berkhasiat, dan bermutu.

“Selain itu juga akan dihasilkan plan of action yang memuat berbagai program untuk mewujudkan kemandirian obat bagi negara anggota OKI. Melalui piloting produksi obat dan vaksin, produksi obat generik, pengembangan obat bioteknologi dan biosimilar,” katanya