Desakan Copot Kepala BIN Dinilai Salah Alamat

Nasional

NOTULA – Desakan agar Presiden Joko Widodo mencopot Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Purn) Pol Budi Gunawan terkait 41 masjid terpapar radikal, salah alamat.

Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, desakan dari Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono, itu lebih tepat diarahkan kepada Jurubicara Kepala BIN, Wawan Hari Purwanto.

Sebab, sambungnya, Wawan merupakan orang yang bertanggung jawab mengumbar data 41 masjid di lingkungan pemerintah terpapar radikalisme ke publik.

“Salah alamat lah, kalau mau diganti ya jubirnya. Nggak nyambung(tuntutannya),” kata, seperti dikutip dari rmol.co, Rabu (21/11).

Dia juga menyoroti sikap Wawan yang terkesan genit ke publik. Sebab, kerja intelijen berada di bawah permukaan dan bukan konsumsi publik.

“Cukup disampaikan ke presiden dan menteri terkait untuk menanggulangi 41 penceramah terpapar itu. Kalau di-show up semua, bukan BIN namanya, tapi humas,” tegasnya.

BIN, lanjut Adi, juga harus tahu diri dan tidak tergiur masuk dalam ranah politik publik seperti yang dilakukan Wawan.

“Jadi (Wawan) itu ditegur. Jangan mentang-mentang tahun politik jadi tergoda hal-hal yang sifatnya politis,” tukasnya.