NOTULA – Mahasiswa Universitas Padjajaran (Unpad) menuntut Komisi Pemilihan Umum (KPU) bertanggung jawab dan mendapat sanksi tegas atas kegagalan penyelenggaraan Pemilu serentak 2019.

“Termasuk bertanggungjawab terhadap ratusan petugas KPPS yang meninggal dunia, kerena tragedi itu tak lepas dari kegagalan KPU merencanakan sistem kerja,” tegas Koordinator Lapangan aksi Konsolidasi Mahasiswa Unpad, Farid, di depan kantor Bawaslu Jawa Barat, Selasa (30/4).

Sedikitnya 40 aktivis Konsolidasi Mahasiswa Unpad menggelar aksi di Bawaslu Jabar, Selasa pagi ini, selanjutnya mereka akan menggelar aksi serupa di KPU Jabar dan DPRD Jabar.

Para mahasiswa itu juga menyatakan turut belasungkawa atas meninggalnya ratusan petugas KPPS di seluruh Indonesia. Hingga pagi ini, terdata 318 petugas KPPS yang meninggal dunia.

“Kami juga menuntut pemerintah memberikan kompensasi yang layak terhadap keluarga korban yang meninggal maupun sakit, meski kami menyadari bahwa nyawa manusia tidak dapat dinominalkan,” tambah Farid.

Dijelaskan, 2019 ini merupakan kali pertama penyelenggaraan Pemilu legistlatif dan presiden secara serentak, dengan asumsi dapat menghemat anggaran. “Tetapi pemerintah dan penyelenggara Pemilu teryata gagal melakukan efisiensi anggaran,” sesalnya.

Dijelaskan, berdasar data dari Kementerian Keuangan RI, Pemilu 2014 menghabiskan anggaran sekitar Rp 15,62 triliun, sedangkan Pemilu 2019 menghabiskan anggaran sekitar Rp 25,59 triliun.

Selain itu, kenaikan anggaran penyelenggaraan Pemilu yang hampir 50 persen itu ternyata menghasilkan penyelenggara yang sangat tidak profesional. Mulai dari simpang siur informasi mengenai dokumen A5 dan KTP elektronik sebagai syarat untuk bisa memilih di TPS, kendala-kendala teknis di banyak TPS karena kekurangan logistik hingga tingginya angka kematian petugas KPPS dalam proses pelaksanaan pemilu.

“Ini benar-benar bencana demokrasi bagi Indonesia!,” tegas Farid, seperti dikutip dari rmol.co, sambil mengemukakan, mereka tidak terlibat dalam urusan elite dan bukan bagian dari peserta Pemilu.