Demo di Depan Istana, Istri Sopir Tangki Pertamina Minta Hak Suami Dibayarkan

Nasional

NOTULA – Persatuan Istri Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (PI SP-AMT) PT Pertamina Patra Niaga, ikut mendampingi suami yang tengah beraksi di depan Istana Negara, Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (27/12).

Ketua PI SP-AMT, Dewi, me gatakan, kehadiran mereka untuk menyampaikan kekecewaan, setelah suami mereka di-PHK sepihak melalui pesan singkat sejak 19 bulan lalu.

Bukan sekedar di-PHK, tambah Dewi, suami mereka juga tidak mendapatkan pembayaran upah lembur.

“Kami menuntut upah lembur suami saya selama 19 bulan itu dibayarkan,” tegas Dewi saat berbincang di lokasi.

Bersama rekan-rekannya, dia menuntut PT Pertamina mengembalikan pekerjaan para AMT dan membayarkan semua hak yang masih ditahan perusahaan.

“Yang ter-PHK ini ada 1.095 AMT,” tambah Dewi lagi.

Sebelum ke Istana, beberapa hari lalu SP-AMT menggelar aksi serupa di depan Kementerian BUMN di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta. Dan sama dengan sebelumnya, mereka melakukan aksi kubur diri.

Aksi SP-AMT yang berlangsung sejak pekan lalu, menyuarakan empat tuntutan: Pertama, bayarkan upah lembur yang belum dibayarkan sesuai nota sudinaker dan Kementerian Ketenagakerjaan dan upah proses selama di-PHK. Kedua, pekerjakan kembali 1.095 AMT yang di-PHK massal dan secara sepihak.

Ketiga, angkat kami sebagai karyawan tetap di PT. Pertamina Patra Niaga dan PT. Elnusa Petrofin, sesuai dengan nota sudinaker yang sudah disahkan oleh pengadilan; dan keempat, bayarkan hak pensiun bagi pekerja yang lanjut usia sesuai perundang undangan yang berlaku.