Debat Pilpres Diharapkan Memuat Isu Korupsi dan Bencana

Nasional

NOTULA – Kampanye kedua kubu pasangan Capres dan Cawapres Pilpres 2019 dinilai kurang menyentuh persoalan substansial. Isu korupsi, hukum, bencana, gender, disabilitas dan ekologi, perlu dijadikan bahan untuk debat.

Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Fadli Ramadhanil, mengatakan, kenyataam itu menunjukkan bahwa kedua kubu masih tidak seimbang dalam menempatkan semua persoalan bangsa.

“Isu korupsi sedikit, demokrasi dan HAM itu paling banyak dibahas,” kata Fadli dalam diskusi bertajuk “Konten Kampanye Pilpres di Media Sosial” di kantor KPU RI, Menteng, Jakarta, Rabu (12/12).

Sementara itu, beberapa saat lalu perkumpulan Satu Dunia melakukan penelitian atas akun-akun Medsos yang dipakai oleh partai, Capres-Cawapres, dan tokoh partai. Hasilnya, paling banyak membahas isu ekonomi, demokrasi dan HAM.

Fadli menambahkan, hal ini perlu dievaluasi semua pemangku kepentingan. Utamanya KPU, yang harus menjadikan penelitian itu dijadikan sebagai bahan perdebatan pilpres nanti.

“Ini bisa jadi salah satu dasar penilaian awal bagi KPU untuk merumuskan materi debat paslon, agar isu ini bisa dibicarakan dan publik bisa menangkap paslon punya agenda,” pungkasnya.