Datangi DPD RI, Ferry Juliantono Cs Minta Presidential Threshold Nol Persen

Nasional

NOTULA – Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Perhimpunan Menemukan Kembali Indonesia (PMKI) siap berkolaborasi bersama DPD RI, mendorong agar ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold (PT) nol persen.

Pernyataan itu disampaikan inisiator PMKI, Ferry Juliantono, saat bertemu Wakil Ketua III DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin, di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Senin (7/11/21).

“Memang kami sengaja tidak menemui DPR RI, kami menyambangi DPD RI, karena kami menilai DPD RI merupakan lembaga yang masih bisa dipercaya. Kami berharap bisa berkolaborasi dengan DPD RI,” jelas Ferry.

Dia datang bersama sejumlah tokoh, di antaranya Jumhur Hidayat, Refly Harun, Raslinna Rasidin, Adhie Massardi, Marwan Batubara, Anthony Budiawan, Andrianto, Hendy H, Wahyono, Yos Nggarang, Hersubeno Arief dan Sarman El-Hakim.

Sedang Sultan Najamudin diampingi Ketua Komite III, Sylviana Murni, Ketua Komite I Fachrul Razi, Wakil Ketua Komite II Bustami Zainuddin, Bambang Sutrisno (Senator Jateng) dan Habib Abdurrahman Bahasyim (Senator Kalsel).

Menurut Ferry, PT nol persen harus didukung bersama. Pasalnya, PT yang sekarang dipatok 20 persen, telah menyuburkan keluaraga oligarki di Indonesia.

“PT nol persen harus kita dukung Bersama, agar demokrasi kita tidak disabotase oleh oligarki atau kaum yang punya uang,” tegasnya, seperti dikutip dari rmol.id.

Apa yang dikatakan Ferry diamini Sultan Najamuddin yang diutus Ketua DPD RI, LaNyalla Mahmud Mattalitti, untuk menemui para aktivis.

Dijelaskan juga, apa yang disampaikan aktivis Perhimpunan Menemukan Kembali Indonesia itu secara keseluruhan selaras dengan apa yang diperjuangkan oleh lembaga DPD RI saat ini.

“Yang disampaikan secara keseluruhan tune-nya itu sama. Demokrasi kita memang sedang berada di persimpangan jalan. Mari kita tinjau ulang demokrasi kita,” kata Sultan.