Dari Dalam Tahanan, Ambroncius Tawarkan Jadi Mediator Syahganda Nainggolan Dkk

Nasional

NOTULA – Ketua Umum DPP Pro Jokowi-Amin, Ambroncius Nababan, mendekam di tahanan Mabes Polri, usai ditetapkan sebagai tersangka kasus rasialisme, gara-gara mengunggah pernyataan dan foto yang menghina mantan Komisaris Komnas HAM, Natalius Pigai.

Di dalam tahanan Mabes Polri, Ambroncius bertemu tahanan politik seperti Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat. Setelah mempelajari kasus yang dialami Syahganda dan kawan-kawan, dia menawarkan diri menjadi mediator antara Syahganda dkk dengan pemerintah.

Hal itu disampaikan Ambroncius dalam sepucuk surat yang diterima redaksi Kantor Berita Politik RMOL, dari utusan khusus Ambroncius, Kamis siang (28/1/21).

Dalam suratnya, Ambroncius berpendapat, kasus Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat seharusnya tidak dilihat hanya dari kacamata politik.

“(Kasus itu) harus diselesaikan secara konstruktif dengan melihat tidak hanya segi politik dan hukum saja, tetapi secara menyeluruh, termasuk masalah kerukunan sebagai anak bangsa yang ingin berbuat dan berkarya memperbaiki dan menjadikan Indonesia lebih baik secara politik dan ekonomi,” tulisnya.

Walau pandangan politik Syahganda Nainggolan mungkin dianggap pemerintah tidak sejalan, sambung Ambroncius, bukan berarti pandangan politik itu harus dipertentangkan.

“Apalagi saling adu unsur-unsur lain, sehingga seperti lawan yang harus ditindak,” demikian bunyi surat Ambroncius.

Seharusnya, tulis surat itu, negara hadir dengan merangkul dan mendengar aspirasi semua anak bangsa.

“Walaupun aspirasi itu berbeda dan tidak sejalan dengan aspirasi pemerintah,” katanya, dalam surat empat lembar itu, seperti dilansir RMOL.id.

Aspirasi politik yang berbeda, sambungnya,  belum tentu tidak baik dan tidak dapat menyatu dengan aspirasi politik negara.

“Dalam hal ini perlu dicarikan solusi dan jalan keluar dengan melakukan mediasi secara kekeluargaan dengan bermusyawarah, sehingga pihak yang selama ini dianggap berseberangan dengan pemerintah, dapat duduk bersama mencari solusi dengan jalan perdamaian,” urai Ambroncius lagi.

Di dalam rutan Mabes Polri ia bertemu sejumlah tahanan politik, seperti Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat.

“Seluruh tahanan politik yang sedang menjalani proses hukum di Indonesia dapat dibebaskan dengan sebuah landasan bahwa walau berbeda politik tetapi tetap bersatu dalam bingkai NKRI dan Pancasila, dan sama-sama memberikan buah pikiran untuk memajukan Indonesia di semua lini (sosial, budaya, politik, ekonomi),” tulisnya.