NOTULA – Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, angkat bicara terkait rencana pembunuhan dengan target empat pejabat tinggi negara dan satu pimpinan lembaga survei swasta.

Bagi Dahnil, ada ketidakadilan yang dipertontonkan dalam menangani hal semacam itu. Pasalnya, ancaman pembunuhan juga pernah dialami tokoh oposisi, Fadli Zon, tapi tidak ada penanganan hukum yang jelas.

Dia pun mempertanyakan sikap aparat yang terkesan bungkam bila ancaman pembunuhan dialamatkan kepada tokoh-tokoh oposisi.

“Yang mau membunuh Fadli Zon terang-terangan ada dan jelas identitasnya, kok tak ditangkap?” tulis Dahnil di akun Twitternya, Rabu (29/5).

Lebih lanjut Dahnil juga mengunggah tangkap layar (screenshot) cuitan seorang netizen bernama Nathan P Suwanto tertanggal 29 April 2017, yang isinya akan memberi sejumlah uang bagi siapa saja yang berhasil membunuh Fadli Zon, Fahri Hamzah, Fahira Idris dan lainnya.

“Nah, orang ini terang identitasnya, dan berniat jahat akan membunuh Fahri Hamzah, Fadil Zon, Fahira Idris, dan lain-lain, tapi dia sama sekali tidak tersentuh hukum,” sesal Dahnil.

Mantan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah itu pun mempertanyakan keadilan. Karena, menurutnya, kelompok yang berseberangan dengan pemerintah sangat mudah dipidanakan.

“Jadi ketidakadilan itu dipertontonkan dengan vulgar dan sombong,” tegas Dahnil, seperti dikutip dari rmol.co.