Dahnil: Pak Djoksan Itu Jenderal Tempur

Nasional

NOTULA – Meninggalnya mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Djoko Santoso, dirasakan segenap keluarga besar TNI tanpa terkecuali. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga turut menyampaikan duka cita.

“Panglima TNI beserta Keluarga Besar TNI turut berduka cita atas wafatnya Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso (Panglima TNI periode tahun 2007-2010). Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT,” tulis akun Pusat Penerangan TNI dalam akun Twitternya, Minggu (10/5).

Sementara itu, seluruh satuan jajaran TNI Angkatan Darat telah diperintahkan untuk mengibarkan bendera setengah tiang, sebagai bentuk penghormatan dan duka mendalam atas wafatnya mantan Panglima TNI itu.

“Sebagai bentuk penghormatan, seluruh satuan jajaran TNI atau TNI Angkatan Darat mulai hari ini mengibarkan bendera setengah tiang,” tutur Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Kolonel Inf Nefra Firdaus.

Duka mendalam juga disampaikan Jurubicara Menteri Pertahanan, Dahnil Anzar Simanjuntak, atas meninggalnya mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso.

“Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Selamat jalan ayahanda kami, jenderal tempur nan ikhlas dan pejuang sejati, Jenderal (Purn) Djoko Santoso. InsyaaAllah beliau husnul khotimah,” katanya, lewat akun media sosialnya, Minggu (10/5).

Bagi Dahnil, seperti dikutip dari rmol.id, Djoko Santoso merupakan jenderal tempur yang loyal terhadap sahabat. Setidaknya terlihat saat Djoko Santoso mengawal Prabowo Subianto berlaga di Pilpres 2019 lalu, sebagai ketua tim sukses.

“Pak Djoksan, begitu saya biasa memanggil beliau. Pak Djoksan tipe jenderal tempur,” tegasnyaa. “Pak Djoksan orang yang dikenal sangat loyal kepada sahabat, dan Pak Prabowo sangat percaya dengan beliau,” sambung Dahnil.

Sosok Djoko, tambah Dahnil, merupakan orang yang paling dibanggakan oleh Prabowo Subianto (PS) selama ini. Hubungan keduanya sudah terjalin sejak lama

“Sejak awal Pak Djoksan selalu bersama Pak PS, beliau mantan wakil Pak PS di TNI, yang dikenal berwatak prajurit tempur sejati,” tambahnya.

Mantan ketua umum PP Pemuda Muhammadiyah itu mengaku, Djoksan kerap memberi kesempatan bagi anak muda untuk maju ke depan. Seperti saat diskusi publik, Djoksan kerap kali meminta Dahnil untuk tampil di depan.

“Ketika harus terkait dengan mengisi diskusi publik atau bicara di Media. Pak Djoksan berusaha menghindar, “Saya lebih tenang kalau kamu yang bicara Nil,” begitu katanya,” kenang Dahnil.