NOTULA – Lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menetapkan tersangka baru terkait pengembangan kasus dugaan suap pembahasan APBD Perubahan Pemkot Malang Tahun Anggaran 2015.

Tersangka baru itu adalah mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Cipto Wiyono. Kini yang bersangkutan menjalani penahanan hingga 20 hari ke depan di Rutan Cabang KPK, belakang Gedung Merah Putih, Jakarta.

“KPK menaikkan status penanganan perkara Sekda Kota Malang Cipto Wiyono alias (CWI) sebagai tersangka,” jelas Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, saat konftensi pers di Media Center KPK, Jakarta, Selasa (9/4).

Dijelaskan, Cipto selaku Sekda Kota Malang periode 2014-2016 bersama-sama mantan Walikota Malang Moch Anton dan Kepala Dinas PUPR Kota Malang, Jarot Edy Sulistyono, memberikan janji berupa hadiah terkait pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) melalui Ketua DPRD, Arief Wicaksono, dan kawan-kawannya.

Dalam hal ini Cipto disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Seperti kerap diberitakan, dalam kasus korupsi massal terkait pembahasan APBD Perubahan Pemerintah Kota Malang TA 2015 ini, KPK telah menetapkan sedikitnya 41 tersangka, di antaranya mantan Ketua DPRD, Moch Arief Wicaksono dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB), Jarot Edy Sulistyono.

“Dengan demikian, mantan Sekda Kota Malang, Cipto Wiyono, merupakan tersangka ke 45,” tambah Febri sembari menjelaskan, sebelumnya kasus ini ditangani dalam tiga tahap.

Tahap pertama, KPK menetapkan 3 tersangka pertama pada 3 Agustus 2017. Tahap kedua, KPK menetapkan 19 tersangka pada 21 Maret 2018, terdiri dari walikota saat itu, HM Anton, dan 18 anggota DPRD periode 2013-2018, serta tahap ketiga KPK menetapkan 22 anggota DPRD sebagai tersangka pada 3 September 2019.

Sementara itu, untuk pengembangan kasus itu, hari ini juga berlangsung pemeriksaan terhadap 10 orang saksi, bertempat di Mapolres Malang Kota dan Lapas Kelas I Surabaya.