Christ Taufik: Ke Depan, KPK Harus Fokus Perkuat Sistem Pencegahan

Nasional

NOTULA – Politisi Partai Perindo, Christophorus Taufik, mengapresiasi prestasi yang sudah dicapai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di sepanjang 2018.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, dalam Laporan Capaian dan Kinerja KPK di Tahun 2018, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (19/12), mengatakan, ada 152 perkara kasus suap, diikuti pengadaan barang/jasa sebanyak 17 perkara, serta 6 perkata TPPU (tindak pidana pencucian uang).

“Tentu kita apresiasi. Tapi tentu akan semakin bernilai bila KPK berhasil menurunkan tingkat korupsi, baik dari sisi kuantitas maupun jenisnya,” tambah alumnus SMA Dempo (St Albertus) Malang yang akrab disapa Christ Taufik itu, lewat pesan elektronik, beberapa saat lalu.

Ia berpendapat, prestasi KPK seharusnya tidak diukur dari seberapa banyak orang yang ditangkap semata, tetapi seberapa jauh dan secara signifikan tingkat korupsi dapat dikurangi.

“Nah, ke depan harus fokus memantapkan sistem pencegahannya,” tambah alumnus Fakultas Hukum Universitas Trisakti itu.

Selama ini, sambung Christ Taufik, yang dicegah orangnya, sistemnya dibiarkan saja.

“Gak bisa dong, karena ternyata kita tidak ada di dunia para malaikat, kita ada di dunia para pemburu rente, jadi yang harus dicegah atau bahkan ditutup itu peluang untuk mencari rente lewat sistem,” tandasnya.

Dia menunjuk perlunya optimalisasi e-budgeting, yang bisa mengurangi peluang terjadinya praktik korupsi. Sistem industri 4.0 juga harus segera diimplementasikan. “Jadi sistemnya yang penting. Kalau jumlah tangkapan pasti makin banyak,” sergahnya.

Dia juga mengingatkan, apa yang diharapkan dari tangkap-tangkapan? Apakah benar ada efek jera bagi lainnya? Bahkan ancaman hukuman mati pun tak ada gunanya.

“Tidak, faktanya gak ada yang kapok. Gak ada jera-jeranya, dan setiap ganti orang, ya orangnya saja yang ganti, tapi tetap saja mengulang cerita lama (korupsi) nya,” katanya.