Arsip Kategori: Selebriti

Musisi Kawakan Dian Pramana Poetra Meninggal Dunia

NOTULA – Dunia hiburan Tanah Air kembali berduka. Kali ini musisi Dian Pramana Poetra mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 20.05, Kamis (27/12). Dian dikabarkan menderita kanker darah stadium empat.

Deddy Dhukun, musisi yang dikenal dekat dengan Dian dan tergabung dalam 2D, membenarkan kabar itu. “Iya, benar,” tuturnya, saat dihubungi via telepon, sembari mengatakan, saat ini jenazah disemayamkan di rumah duka, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Pada decade 1980-an, nama Dian Pramana Poetra begitu dikenal di blantika music Indonesia. Pria kelahiran Medan, 2 April 1961 itu, sejak remaja sudah aktif bermusik. Dia sempat menjadi juara ketiga di ajang festival Lomba Cipta Lagu Remaja 1980 lewat lagu ‘Pengabdian’.

Namanya semakin dikenal sejak berduet dengan Deddy Dhukun di 2D, lewat lagu ‘Keraguan’. Dia juga pernah tergabung dalam trio Kelompok 3 Suara (K3S) bersama Deddy Dhukun dan Bagus A Ariyanto.

Dian pernah berkolaborasi dengan sejumlah musisi ternama, seperti Fariz RM dan sebagainya.

Menurut informasi lainnya, Dian Pramana Poetra belakangan dikabarkan berjuang melawan sakit kanker darah stadium empat. Sang istri, Indy, beberapa waktu lalu mengatakan, kondisi suaminya melemah.

Teguh Santosa: MoeslimChoice Hadir di Tengah Era Post-Truth

NOTULA – Media bernapaskan Islam, MoeslimChoice, hadir dalam situasi di mana keyakinan akan kebenaran tidak lagi harus berkaitan dengan kebenaran itu sendiri, alias post-truth.

Demikian disampaikan CEO RMOL Network, Teguh Santosa, dalam sambutan di acara MoeslimChoice Award 2018, di Hotel Pullman, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (12/12).

Menurut Teguh, atas prakarsa sahabatnya, Usman Rizal, MoeslimChoice hadir ketika alat produksi informasi dan kebenaran, atau apa yang dibayangkan sebagai kebenaran, sudah tidak lagi dimonopoli raksasa media.

“(Saat ini) alat produksi informasi dan kebenaran, atau apa yang dibayangkan sebagai kebenaran itu, kini ada di telapak tangan setiap individu. Individu lah yang menjadi produsen sekaligus konsumen informasi,” tandasnya.

Teguh mengaku, dirinya mengatakan itu karena ingin mengingatkan para punggawa MoeslimChoice tentang tantangan yang dihadapi sebagian insan pers yang kini semakin rumit.

Untuk menghadapi itu, kecakapan jurnalistik wajib dimiliki para jurnalis MoeslimChoice, agar media yang baru berumur satu tahun itu memperoleh tingkat kepercayaan publik. Terlebih saat ini tingkat kepercayaan publik pada produk jurnalistik relatif rendah.

“Kewajiban kita sekarang mengembalikan kepercayaan publik itu. Saya juga mengingatkan, MoeslimChoice bukan pamflet politik, bukan selebaran gelap, bukan coretan di dinding-dinding kota,” tekannya.

Sebab itu, lanjut Teguh, setiap produk jurnalistik yang dihadirkan dalam majalah maupun portal MoeslimChoice, harus berpegang teguh pada hukum-hukum dan etika jurnalistik universal.

“Ia (MoeslimChoice) adalah produk kreativitas. Dan karenanya ia adalah produk akal sehat. Seperti semua media di bawah payung RMOL Network, MoeslimChoice harus dikerjakan dengan standar etika jurnalistik yang tinggi, profesional, menawarkan gagasan, menawarkan jalan keluar, harus memperlihatkan pembelaan pada kepentingan rakyat yang lebih luas,” pungkasnya.

Sejumlah tokoh nasional hadir dalam acara itu, di antaranya Menteri Komunikasi dan Informastika Rudiantara, ekonom senior DR Rizal Ramli, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Walikota Palembang Harnojoyo, Senator DKI Fahira Idris, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, dan Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama.

Sejumlah Tokoh Hadiri MoeslimChoice Awards 2018 dan Peresmian MoeslimChoice TV

NOTULA – Perayaan milad satu tahun MoeslimChoice bertajuk ‘Malam Anugerah: MoeslimChoice Award 2018’ resmi dibuka. Sejumlah tokoh hadir pada acara yang digelar di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Rabu (12/12) malam.

Di antaranya Menteri Komunikasi dan Informastika Rudiantara, ekonom senior DR Rizal Ramli, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Walikota Palembang Harnojoyo, Senator DKI Fahira Idris, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, dan Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama.

Menteri Rudiantara diberi kesempatan membuka acara sekaligus meresmikan MoeslimChoice TV. Namun dia memanggil seluruh undangan VIP untuk naik ke atas panggung dan secara bersama-sama membuka acara.

“Karena di sini ada senior saya, senior kita semua, kepada bang Haji Rhoma, dengan segala hormat untuk ke atas panggung. Bersama pak Gubernur, pak Rizal Ramli, pak Yusril dan lain-lain,” tuturnya.

Rhoma Irama kemudian memegang pemukul gong. Dengan ditemani Menteri Rudi, ekonom senior Rizal Ramli, Gubernur Anies Baswedan, dan Walikota Palembang Harnojoyo, Rhoma Irama menabuh gong tanda acara dibuka.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim,” ujar Rhoma Irama, seraya memukul gong.

Kecelakaan Lalu Lintas, Novelis NH Dini Meninggal Dunia

NOTULA – NH Dini, novelis bernama asli Sri Hardini, meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas, Selasa (4/12).

Wanita kelahiran 1936 itu meninggal setelah mengalami kecelakaan di Jalan Tol KM 10 Semarang. Dia sempat dilarikan ke RS Elizabeth Semarang, namun nyawanya tidak tertolong lagi.

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi, menjelaskan, kecelakaan yang melibatkan NH Dini terjadi pada pukul 11.45.

Saat itu, taksi daring jenis Toyota Avanza dengan nomor polisi H 1362 GG yang ditumpangi NH Dini ditabrak sebuah truk.

“Di tanjakan, truk Nopol AD 1536 JU yang dikemudikan Gilang (28), tidak bisa dikendalikan dan berjalan mundur, kecelakaan dengan Toyota Avanza yang melaju searah di belakangnya tak terhindarkan,” jelas Yuswanto.

Pengemudi Avanza, Supardjo, seperti dikutip dari rmol.co, selamat. Namun, pria berusia 57 tahun itu mengalami luka pada kaki dan tangan.

Sementara NH Dini yang berada di kursi belakang mengalami cidera berat pada kepala dan kaki. Setelah menjalani perawatan beberapa jam di RS Elisabeth Semarang, NH Dini menghembuskan nafas terakhir pada pukul 16.00.

NH Dini dikenal sebagai salah satu sastrawati kenamaan di negeri ini. Pada Sebuah Kapal dan Namaku Hiroko merupakan dua novel andalannya.

Stephen Hillenburg, Pencipta SpongeBob Tutup Usia

NOTULA – Lagi, dunia kartun kembali berduka. Pencipta kartun populer SpongeBob SquarePants, Stephen Hillenburg, tutup usia, awal pekan ini, di usia 57 tahun.

Berita itu dikonfirmasi oleh Nickelodeon yang telah menyiarkan serial kartun itu sejak 1999.

Dalam sebuah pernyataan, perusahaan itu mengatakan bahwa penyebab kematian Hillenburg adalah penyakit motor neuron atau yang juga dikenal sebagai ALS. Kondisi ini dia ungkap telah didiagnosis pada Maret tahun lalu.

“Kami sedih untuk berbagi berita tentang meninggalnya Stephen Hillenburg, pencipta SpongeBob SquarePants,” tulis Nickelodeon di akun Twitter resminya.

“Hari ini, kami sedang mengamati momen hening untuk menghormati kehidupan dan pekerjaannya,” sambungnya, seperti dikutip dari rmol.co.

Perusahaan itu, masih dalam pernyataan yang sama, menyebut, Steve mengilhami SpongeBob SquarePants dengan rasa humor dan kepolosan yang unik yang telah membawa sukacita bagi generasi anak-anak dan keluarga di mana-mana.

“Karakternya yang benar-benar asli dan dunia Bikini Bottom akan lama berdiri sebagai pengingat nilai optimisme, persahabatan, dan kekuatan imajinasi yang tak terbatas,” tambahnya seperti dimuat BBC.

Stan Lee, Komikus Spider Man Stan Lee Tutup Usia

NOTULA – Apresiasi dan tribut mengalir untuk penulis legendaris, editor dan penerbit, Stan Lee, yang tutup usia pada 95 tahun, Senin (12/11), di Cedars-Sinai Medical Center, Los Angeles.

Penerbit Marvel Comics ‘jenius kreatif’ sela ini dikenal sebagai yang menghidupkan karakter ikonik, termasuk Spider-Man, X-Men, Thor, Iron Man, Black Panther, dan Fantastic Four.

Penyebab kematian Lee belum diketahui, meskipun ia telah menderita beberapa penyakit selama setahun terakhir, termasuk pneumonia.

Bintang-bintang Marvel dan tokoh-tokoh Hollywood terkenal pun membagikan kenangan mereka dan memberi penghormatan kepada legenda buku komik tersebut.

Salah satunya Jennifer Garner yang bermain di film aksi lewat ‘Daredevil’ dan ‘Elektra’.

“Kamu membuat pahlawan-pahlawan wanita, aku bersyukur menjadi salah satu dari mereka. Terima Kasih, #StanLee. RIP #Daredevil  #elektra #mostcreativekindestgenteman,” tulis Jenifer melalui akun Instagram pribadinya disertai emotion bersyukur.

“Berapa juta dari kita berhutang budi kepada orang ini, tidak lebih dari saya. Ayah dari Marvel telah membuat begitu banyak orang sangat bahagia. Sungguh kehidupan dan apa yang telah dicapai. Istirahat dalam damai Stan,” tulis caption foto Tom Holland bersama Stand.

Lee lahir dengan nama lengkap Stanley Martin Lieber di Upper West Side Manhattan pada tahun 1922, Lee memulai karirnya di komik pada tahun 1939. Usianya ketika itu 17 tahun sebagai asisten di Timely Comics, yang kemudian berevolusi menjadi Marvel Comics.

Ia diangkat sebagai editor majalah pada tahun 1941 dan memegang posisi sampai 1972, ketika ia menjadi penerbit.

Pada akhir tahun 50an, bosan dengan output perusahaan dan tanpa kehilangan apa-apa, dia mulai bereksperimen dengan gaya baru para pahlawan super yang lebih manusiawi dan cacat.

Lee menciptakan karakter yang tak terhitung jumlahnya selama bertahun-tahun bekerja di komik.

Kelompok superhero pertama yang ia impikan (bersama artis Jack Kirby) adalah Fantastic Four – Mister Fantastic, Invisible Woman, Human Torch and Thing.

Mengikuti kesuksesan itu, Lee dan Marvel memperkenalkan dunia kepada Spider-Man yang sangat populer, Hulk, Iron Man, Thor, X-Men dan Daredevil dalam ledakan singkat antara 1961 dan 1964.

Masa kanak-kanak Lee ditandai dengan depresi besar. Dalam otobiografi 2002-nya Excelsior !, Lee menggambarkan bagaimana perjuangan ayahnya untuk menemukan pekerjaan tetap telah selamanya  mempengaruhi dirinya.

“Ini adalah perasaan bahwa hal yang paling penting bagi seorang pria untuk dilakukan adalah memiliki pekerjaan yang harus dilakukan, sibuk, menjadi dibutuhkan,” tulisnya, seperti dikutip dari rmol.co.