Buya Syafii Maarif Wafat, Muhadjir: Indonesia dan Dunia Islam Kehilangan

Nasional

NOTULA – Bagi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, berpulangnya Prof Dr H Buya Ahmad Syafii Maarif merupakan kehilangan bagi bangsa Indonesia dan dunia Islam.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu berpendapat, pemikiran dan keteladanan Buya Syafii sudah mencapai derajat tertinggi bagi seseorang yang sudah selesai dengan dirinya, yaitu kemanusiaan universal. Salah satu indikatornya adalah laku zuhudnya.

“Buya orangnya easy going, bersahaja, dan pemikirannya melampaui sekat-sekat yang membatasi hubungan kemanusiaan. Beliau ini kalau saya boleh katakan tingkatannya sudah berada di level tertinggi dalam pemikiran dan contoh teladan. Beliau sudah tidak membedakan siapa-siapa,” ujar tambah Muhadjir, seperti dikutip dari muhammadiyah.or.id.

Buya Maarif lahir di Sumpur Kudus, Sumatera Barat, 31 Mei 1935. Ia dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang sederhana di perkampungan.

Pada Jumat, 27 Mei 2022, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu watat. Muhadjir mengaku banyak belajar dari beliau sejak jadi ketum PP Muhammadiyah.

Berdasar pengamatan notulanews.com, Muhadjir memang memiliki kedekatan dengan Buya Syafii Maarif. Muktamar Muhammadiyah yang pernah digelar di perguruan tinggi Islam terkemuka di dunia itu dihelat semasa Muhadjir menjabat rektor dan Buya Syafii Ketua Umum PP Muhammadiyah.

Dalam beberapa kali kunjungan ke kampus megah itu, Buya selalu menyempatkan menemui Muhadjir di ruang kerjanya, didampingi sejumlah wartawan.