Bupati Irna Narulita Pimpin Evakuasi Korban Tsunami

Nasional

NOTULA – Bupati Pandeglang, Irna Narulita, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bergerak cepat dengan memimpin proses evakuasi para korban tsunami yang terjadi tadi malam.

Bupati didampingi Kepala Biro Operasional Polda Banten, Kombes A Roemtaat, Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono, Dandim 0601 Letkol Inf Fitriana Nur Heru Wibawa, Kepala BPBD Asep Rahmat, Direktur RSUD dr Firman dan sejumlah pejabat lain.

Pada kesempatan itu Bupati Irna menyampaikan turut berduka cita atas terjadinya musibah ini. Menurut dia, ini mengingatkan agar segenap warga masyarakat terus berdzikir dan berdoa kepada Allah SWT.

“Semoga Bapak dan Ibu diberi kesabaran dan ketabahan, ini ujian bagi kita semua, mudah – mudahan ada hikmah yang dapat kita ambil dalam setiap kejadian,” kata Bupati Irna, usai mendatangi dua puskesmas di Carita dan Labuan, Sabtu (22/12).

Bupati juga mengingatkan, curah hujan yang lebat di akhir Desember hingga awal Januari, hendaknya masyarakat selalu waspada.

“Jaga saudara kita dalam kondisi apapun, jika ingin berpergian selalu memperhatikan cuaca yang dinformasikan oleh BMKG,” terang Irna.

Untuk mempermudah proses evakuasi korban yang masih tertimbun, kata Irna, Pemkab Pandeglang akan menurunkan alat berat.

“Kami sudah turunkan lima loder dan lima eksapator yang dibantu Provinsi Banten,” katanya, seperti dikutip dari rmol.co.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan masih akan ada tsunami susulan terjadi di perairan Selat Sunda. Sebab, BMKG tidak bisa memprediksi sampai kapan aktivitas Gunung Anak Krakatau berhenti.

“Masih akan ada tsunami susulan. Tremor, guncang lereng Gunung Anak Krakatau, kalau itu rontok akan terjadi (tsunami lagi),” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.

Dengan kondisi ketidakpastian tersebut, dia mengimbau masyarakat jangan kembali ke pantai dahulu. Sebab, berdasarkan papan pengukuran (tide gauge), saat ini tremor masih berjalan.